Tag Archives: CiptaPuisiISEF2016

7 Puisi Terbaik dari 10 Terbaik (Lomba Cipta Puisi ISEF 2016)

4. Annisa Farida

SHIINA

Adakah Allah tak pernah mengukir kesempurnaan
Adakah Qur’an terseonggok termangu-mangu
Adakah Nabi hanya terjungkir balik
Tanpa kita genggam bahkan disenggol
Disayangi oleh bentuk-bentuk cuil kita
Yang mana cuilan dari cuil
Kita memang kecil
Lalu mengapa cinta kita lebih kecil?
Butiran hujan kita lingkarkan ke jari sebagai tasbih
Kita amati lekat-lekat, hujan terlalu tenang
Maka kita amati sambil tiduran saja
Aduhai, besok kita sudah mati
Ya, kita terpontang-panting terjungkir balik
Tapi, lihatlah kerlap-kerlip berguguran
Kita punguti satu-satu tanpa jungkir balik
Kita masukkan ketengah qalbu
Semuanya silau
Hingga lupa, aku tidak mengenal neraka
Dan siapa itu surga?
Maka jangan salahkan
Jika kita hidup kita telah mati
Saat bangun, kita mati lagi
Karena akhirat telah kita kalahkan

5. Aura Fresty Ramadhani

TAKKAN PUTUS WALAU DIRENGGUT

Continue reading 7 Puisi Terbaik dari 10 Terbaik (Lomba Cipta Puisi ISEF 2016)

Advertisements

Peradaban Selamat (Juara 2 Lomba Cipta Puisi ISEF 2016)

Juara 2
Rahmi Andri Wijonarko
Peradaban Selamat

pernah ada peradaban
yang menggugah penuh keagungan
mencipta negeri adiluhung dari pantai ke pantai
dari tanah dingin berangin utara sampai hangat tropika
bermula dari sahara panas menggila
dalam lindungannya ratusan juta nyawa
berbhineka kredo dan asal suku bangsa
satu bahasanya terucap setiap bibir di belahan bumi
menjadi jembatan manusia beratus daratan
wadyabalanya berwajah aneka negara
tentara pelindung mengepung rapat derajat perdamaian agung
dan kemakmuran yang tak terperikan sebelumnya
armada niaga tenar berkibar di tanah brazilia sampai cina
dan bertebaran melukiskan warna di muka tanah nusantara
seperti menyambut seruan fantasiru
saat usai sholat jumat nikmat dilumat

Continue reading Peradaban Selamat (Juara 2 Lomba Cipta Puisi ISEF 2016)

Sebab, Lelah Menuntut Ilmu Adalah Kebinasaan (Juara 1 Lomba Cipta Puisi ISEF 2016)

Juara 1
Hudha Abdul Rohman
Sebab, Lelah Menuntut Ilmu Adalah Kebinasaan

ternyata sudah siang, malas masih beradu dengan raga tanpa kepastian
aku masih seperti ini, tidak bergerak apalagi menyusun rencana, seperti hujan
yang menyiapkan indahnya pelangi
seberapa malukah aku: malas yang menyayat, akal kosong tak berisi, dangkal
ilmu yang tak kunjung usai

Continue reading Sebab, Lelah Menuntut Ilmu Adalah Kebinasaan (Juara 1 Lomba Cipta Puisi ISEF 2016)