Sejarah Penanggalan Hijriyah

Muharram (Arab: المحرم) adalah bulan pertama dalam kalender Islam. Kata “Muharram” berarti “Terlarang” dan berasal dari kata haram, yang berarti “berdosa”. Hal ini dianggap bulan paling suci kedua, berikut Ramadhan.

Di dalam surat at-Taubah:36 Allah telah menetapkan bahwa dari 12 bulan dalam kalender qamariah ada 4 bulan yang ditetapkan oleh Allah sebagai bulan terhormat. Hal itu dipertegas dan diperjelas oleh Rasululullah dalam hadis riwayat Al-Bukhari, Muslim, dan Ahmad, salah satu di antaranya bulan Muharram.

Kalender Hijriyah dimulai sejak tahun 682 Masehi. Kalender itu terbentuk setelah Amirul Mukminin Umar bin Khath-thab ra mengalami sebuah masalah, yaitu masalah administrasi, yang diadukan oleh sahabat Abu Musa Al-Asy’ari ra, yang ketika itu menjabat sebagai gubernur di kota Bashrah, karena kesulitan membedakan tahun di surat-surat yang dikirim oleh Amirul Mukminin untuknya.

Sebagian sahabat mengusulkan agar ditetapkannya awal tahun Islam adalah tahun diutusnya Rasulullah SAW sebagai Nabi dan Rasul, tahun lahirnya nabi, dan tahun wafatnya Nabi. Kemudian Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra maju untuk mengajukan sarannya, beliau menyarankan agar tahun dimana peristiwa hijrah Baginda Nabi SAW dan para sahabatnya terjadi sebagai awal tahun untuk kalender umat Islam.

Para sahabat pun menyutujui pula pendapat dari Sayyidina Ali bin Abi Thalib ra yang artinya, ”Peristiwa Hijrah menjadi pemisah antara yang benar dan yang batil. Jadikanlah ia sebagai patokan penanggalan.”

Karena mereka memahami ayat 108 dalam surat At-Taubah yang membahas tentang ‘hari pertama’ cocok dengan pendapat beliau. Firman Allah Ta’ala;
لَمَسْجِدٌ أُسِّسَ عَلَى التَّقْوَىٰ مِنْ أَوَّلِ يَوْمٍ أَحَقُّ أَنْ تَقُومَ فِيه َ
Sesungguhnya masjid yang didirikan atas dasar takwa (mesjid Quba), sejak hari pertama adalah lebih patut kamu sholat di dalamnya. (QS. At-Taubah:108)

Peristiwa hijrah nabi ke Madinah berlangsung pada bulan Rabiul Awwal. Kalender Hijriyah juga dikenal sebagai Kalender Qomariyah, yaitu kalender yang dihitung berdasarkan peredaran bulan. Pemaknaan bulan hijriyah itu bukan pada nama bulan hijrahnya Rasulullah, melainkan kepada makna hijrah itu sendiri.

Jadi di tahun baru Islam ini marilah kita bersama-sama untuk menjadi lebih baik daripada tahun sebelumnya.

#JIMMengabdi
#MyFriendMyFamily

Advertisements