GREAT MUSLIMAH TRAINING 1 Syar’i, Cerdas, Menginspirasi

Assalamualaikum Warohmatullahi Wabarokatuh,

Pada hari Sabtu tanggal 8 April 2017 Unit Kegiatan Mahasiswa Kerohanian Islam (UKMKI) Universitas Airlangga menyelenggarakan sebuah kegiatan yaitu Great Muslimah Training 1 (GMT 1) yang bertempat di kampus A tepatnya di Ruang Kuliah Propadeus, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga. GMT 1 ini merupakan pelatihan dasar khusus untuk para muslimah yang pada tahun ini bertujuan untuk mewujudkan muslimah-muslimah yang syar’i, cerdas, dan menginspirasi dengan tiga pembahasan materi yaitu Konsep diri muslimah dalam Islam, Urgensi life skill basic muslimah, dan Muslimah ideal dambaan ummat. Telah kita ketahui bersama bahwa ajaran dalam agama Islam telah mencakup semua aspek dalam kehidupan kita, mulai dari urusan yang kecil sampai urusan besar semuanya diperhatikan dan diatur dalam Islam sehingga tak heran jika kita mendengar kalimat “ISLAM PALU GADA” yang artinya “Apa yang elu mau, gue ada” maksudnya adalah apapun yang kita butuhkan, semuanya ada dan sudah diatur dalam Islam. Termasuk didalamnya adalah mengenai muslimah, semuanya dibahas dalam Islam secara rinci tentang Islam sangat mengahargai wanita, bagaimana menjadi seorang muslimah yang baik, dan bagaimana menjadi muslimah dambaan ummat.

Materi yang pertama ialah “Konsep Diri Muslimah dalam Islam” yang disampaikan oleh seorang Founder komunitas TO BE WOW (To Be Wonderful wife) yaitu ustadzah Euis Kurniawati. Ada 10 hal yang harus dimiliki seorang muslimah ideal dalam Islam yaitu aqidah yang lurus, ibadah yang benar, akhlaq yang kokoh, wawasan yang luas, jasmani yang kuat, terjaga hawa nafsunya, teratur urusannya, mandiri (berpenghasilan), pandai menjaga waktu, dan bermanfaat bagi orang lain. Yang pertama ialah Aqidah yang lurus, wilayah aqidah yaitu percaya dan yakin bahwasannya semua yang terjadi adalah atas kehendak dari Allah SWT., Allah mengetahui semuany asedangkan kita tidak tahu. Apa yang kita anggap baik belum tentu Allah itu baik untuk kita dan apa yang kita anggap buruk belum tentu menurut Allah itu buruk untuk kita. Seperti yang telah dijelaskan dalam surah Al-Baqoroh ayat 216 yang artinya:
“Diwajibkan atas kamu berperang, padahal itu tidak menyenangkan bagimu. Tetapi boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu, Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui”.(Q.S. Al-Baqarah: 216). Yang kedua ialah Ibadah yang benar, ada dua syarat ibadah itu dikatan benar apabila niat yang benar dan cara yang benar apa bila salah salah satu dari syarat itu tidak terpenuhi aka ibadah itu tidak bisa dikatakan ibadah yang benar. Ibadah tidak hanya sholat, puasa, zakat, akan tetapi perlu kita ketahui bahwa menutup aurat juga termasuk ibadah. Dalam menutup aurat atau berpakaian kita perlu mengetahui bagian-bagian mana saja dari tubuh kita yang merupakan aurat dan harus kita tutup. Selain itu yang perlu kita perhatikan adalah mandi besar, apakah cara kita dalam melakukan mandi besar sudah sesuai dengan tata cara dalam Islam? Karena itu adalah salah satu cara berthaharah yang sangat penting dalam ibadah kita.
Kemudian mengenai menikah, ada dua hal yang perlu kita perhatikan yakni menyegerakan menikah dan tergesa-gesa menikah. Dua hal itu jelas berbeda, menyegerakan menikah artinya kita sudah memiliki persiapan untuk menekah dan memiliki pemahaman tentang pernikahan akan tetapi tergesa-gesa menikah hanyalah mendahulukan hawa nafsu belaka. Yang ketiga yakni Akhlaq yang kokoh, akhlaq adalah sifat yang spontan yang kita lakukan dalam keseharian kita  tanpa adanya pencitraan (attitude is everything). Misalnya saat kita makan, tidur, kekamar mandi dan sebagainya kita membiasakan diri membaca doa. Kemudian yang kempat yakni Berwawasan luas, kita tidak boleh hanya terpacu pada satu hal saja sehingga menutup mata pada hal-hal yang lain. Kita juga harus mengetahui kondisi diluar sana, apa-apa saja yang terjadi pada saudara-saudara kita diluar sana dan sebagainya. Dan pembahasan yang terakhir pada materi pertama ini adalah Mandiri finansial yaitu berpenghasilan, dalam hal ini ketika kita mencoba untuk melakukan sesuatu yang akan menghasilkan uang kita perlu memperhatikan satu hal yaitu passion, kita harus tau passion kita dimana agar kita tidak hanya  ikut-ikutan dalam berusaha.

Selanjutnya materi yang kedua yaitu “Urgensi Life Skill Basic Muslimah” yang disampaikan oleh usatdzah Juwita R.S. yaitu seorang Triner sekaligus Dokter Muda RSUD dr. Soetomo. Ada dua urgensi yaitu umum dan khusus, urgensi umum adalah  skill yang sebaiknya kita bisa sedangkan urgensi khsus adalah skill yang jika kita memilikinya bisa mempermudah kita sebagai seorang muslimah dalam memainkan peran kita. Muslimah itu memiliki lima peran, yang pertama yakni sebagai hamba Allah kita diamanahi untuk mengatur rumah tangga dan mengurus anak. Yang kedua adalah sebagai anak perempuan yang berharga bagi keluarganya. Yang ketiga sebagai istri yang bertugas mengatur keuangan, koki keluarga, dan sebagai seorang istri harus bisa berhias diri. Yang keempat yakni sebagai seorang ibu yang akan menjadi madrasah pertama bagi putra-putrinya. Dan yang kelima adalah sebagai seorang Da’iyah, muslimah juga mempunyai peran penting dalam mewujudkan jamaah. Perlu kita ketahui bahwa wanita itu istimewa, sebagai seorang anak kita bisa membukakan pintu surga untuk kedua orang tuanya, sebagai seorang istri kita adalah pelengkap setengah agama dari suami kita, dan sebagai seorang ibu telah dikatakan  bahwa surga seorang anak berada dibawah telapak kaki ibu. Urgensi yang pertama seperti telah disebutkan bahwa sebaiknya kita bisa karena itu hal umum yang sebainya dimiliki oleh wanita seperti kemampuan memasak, berdandan, dan membersihkan rumah.
Kemudia urgensi kedua mencakup keterampilan-keterampilan yang tidak harus dikuasai oleh setiap muslimah akan tetapi harus dikuasai oleh sebagian muslimah (fardhu kifayah). Alasan mengapa keterampilan-keterampilan itu perlu dikuasai adalah karena kita adalah seorang da’iyah, karena kita perlu bersiap untuk kodisi-kondisi khusus, karena kita ingin kaya, diperlukannya pakar ilmu (dakwah, pemikiran, IPTEK, sastra, pendidikan), perlu adanya kerajinan tangan (menjahit, merajut), penguasaan bidang IT (sosial media, desain grafis), muslimah juga harus bisa olahraga, dan juga harus ada muslimah yang ahli dalam bidang jurnalistik. Manfaat dari kita memiliki kemampuan dan keterampilan tersebut adalah memiliki standar evaluasi hidup, memiliki fokus dan keterarahan, dan dapat menerapkan prinsip efisiansi, efektifitas, dan optimalitas.

Materi yang terakhir ialah “Muslimah Ideal Dambaan Ummat” yang disampaikan oleh ustadzah Nuri Fauziyah seorang owner of Triple C Daycare. Beliau memaparkan mengenai 10 hal yang harus dimiliki agar menjadi  muslimah ideal dambaan ummat, yang pertama ialah Bersih aqidahnya yang mencakup bertawakkal kepada Allah atas segala urusan, meminta bimbingan kepada Allah dan menahan lisan agar tidak mengeluh, melakukan setiap hal hanya karena Allah. Yang kedua yakni Benar ibadahnya, dalam beribadah kita harus menyempurankan dulu tujuan kita kemudian barulah wasilah mengikuti tujuan kita contohnya adalah ketika kita sholat, sholat itu wasilah sedangkan tujuan kita adalah Allah SWT. Yang ketiga yaitu Kokoh Akhlaqnya, sebagai seorang muslimah yang baik kita harus memiliki akhlaq yang baik dan konsistensi yang baik pula terhadap akhlaq kita. Yang keempat adalah Luas wawasannya, dalam hal ini kita perlu mengingat bahwa ketika kita mencari ilmu maka yang kita lihat bukan siapa yang menyampaikan ilmu tapi manfaat dari ilmu itu serta kita harus ingat bahwa Allah sang pemilik ilmu. Kemudian yang kelima yaitu kuat jasmaninya, kuat jasmani yang  bisa kita dapatkan dengan berolah raga dan pola hidup yang sehat yang tentunya kita harus menyeimbangi dengan kekuatan mental. Yang keenam yakni disiplin waktunya, kita harus pandai mengatur waktu dan tidak menunda-nunda pekerjaan. Yang ketujuh adalah teratur urusannya, kita perlu membuat perencanaan untuk melaksanakan agenda kita yang akan datang, semisal agenda kita dalam sehari, seminggu, sebulan atau bahkan setahun kita sudah memiliki gambaran apa saja yang akan kita lakukan. Selanjutnya yang kedelapan adalah melawan hawa nafsunya , dan yang kesembilan adalah mandiri finansial yang dapat kita lakukan dengan management keuangan kita sendiri  dan mampu menghasilkan uang dengan kerja keras sendiri. Yang terakhir adalah Bermanfaat bagi orang sesama, karena sebaik-baik manusia adalah yang bermanfaat untuk orang lain dan juga kita harus mampu menjawab tantangan-tantangan zaman.
Demikianlah pembahasan-pembahasan materi dari acara GMT 1 pada hari Sabtu yang lalu, sebuah kalimat yang berkesan dan mungkin bermanfaat adalah “Ketika kita merasa lelah maka ingatlah tujuan awal kita” sehingga semua rasa lelah itu akan terkalahkan oleh semangat yang kembali setelah mengingat tujuan kita. Mari kita bersama-sama berproses menjadi seorang muslimah yang syar’i, cerdas, dan memotivasi sesama. Semoga tulisan ini bermanfaat.

Wassalamu’alaikum warohmatullahi wabarokatuh.

Writed by Sahabat Fairy JIMM Mengabdi 2017 ^^

#Kemuslimahan
#JIMMengabdi
#GMT

Advertisements