Sudah Sempurnakah Thaharahku?

(Kajian Islam Wanita Muslimah)
Jumat, 24 Maret 2017

Sudah Sempurnakah Thaharahku? (Part 2)
Pemateri : Ustadzah Izza
Notulensi : Devi Endah S.R.

myhome_5

Assalamu’alaikum Wr.Wb.
Sahabat kiswah yang dirahmati Allah, pada KISWAH perdana yang dilaksanakan hari Jum’at, 3 Maret 2017, kita membahas bahwa “sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang bersuci” [QS. Al- Baqarah : 222].

Thaharah adalah bersuci secara fisik. Ada tiga cara bersuci yaitu dengan istinjak, wudhu, dan mandi junub. Untuk KISWAH yang dilaksanakan pada tanggal 24 Maret 2017 akan melanjutkan pembahasan “Sudah Sempurnakah Thaharahku? (Part 2)”, karena kita ketahui bahwa bersuci sangat penting. Setelah kita mengetahui jika ada tiga cara untuk bersuci, dan mungkin sahabat kiswah ada yang menanyakan air apa saja yang boleh digunakan untuk bersuci. Nah, pada KISWAH hari ini dijelaskan mengenai macam- macam air yang disampaikan oleh ustadzah Izza.
“Hai orang-orang yang beriman, apabila kamu hendak mengerjakan sholat, maka basulah mukamu dan tanganmu sampai dengan siku, dan sapulah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai dengan kedua mata kaki, dan jika kamu sakit atau dalam perjalanan atau kembali dari buang air (kakus) atau menyentuh perempuan, lalu kamu tidak memperoleh air, maka bertayammumlah dengan tanah yang baik (bersih); sapulah mukamu dan tanganmu dengan tanah itu. Allah tidak hendak menyulitkan kamu, tetapi Dia hendak membersihkan kamu dan menyempurnakan nikmat-Nya bagimu supaya kamu bersyukur”[QS. Al- Maidah : 6]. Berdasarkan surat tersebut, Allah memerintahkan umatnya untuk membersihkan diri, dan perintah Allah tidak ada yang merepotkan umatnya. Ketika wudhu kita sempurna, istinjak kita benar, maka secara otomatis sholat dan ibadah kita sempurna. Kesempurnaan itu akan kita peroleh ketika Thaharah kita sudah benar.
Setelah kita mengetahui cara bersuci, kita juga harus mengetahui apakah air yang kita gunakan untuk bersuci itu dapat menyucikan??. Macam-macam air menurut para ulama dibagi menjadi 4, yaitu:

1) Air suci yang mensucikan adalah air yang kita gunakan untuk Thaharah (wudhu, istinjak, mandi).
2)  Air suci yang tidak mensucikan adalah air yang suci tapi tidak bisa digunakan untuk bersuci. Contohnya : air kopi, susu, teh.
3) Air najis adalah air yang tidak boleh digunakan untuk bersuci krena telah terkena najis. Najis adalah sesuatu yang haram dimakan, jika dibawa sholat tidak sah, ketika terken air, sifat air akan rusak (rasa, bau, dan warna air berubah). Menurut Imam Syafi’i ada 7 hal yang menyebabkan najis, yaitu:
a. Sesuatu yang keluar dari lubang depan dan belakang kecuali air mani. Karena manusia berasal dari air mani, maka air mani adalah suci.
b. Darah dan Nanah kecuali hati dan limpa yang berasal dari hewan yang halal. Untuk darah nyamuk bersifat ma’fu (dimaafkan) jika tak sengaja.
c. Muntahan, gumonya anak kecil. Jika kita muntah, maka sucikan dulu dengan berkumur, baru minum. Bagaimana jika anak kecil gumo, kan dia belum bisa berkumur? Nah, kalau anak kecil, cara mensucikannya dengan menyendokkan air putih dan disuapkan ke mulut anak tersebut.
d. Bangkai kecuali ikan, belalang, dan manusia. Walaupun itu adalah hewan yang halal tetapi jika matinya bukan karena disembelih misalnya karena ditabrak motor, maka bangkainya haram untuk dimakan.
e. Anjing dan keturunannya.
f. Babi dan keturunannya.
g. Khamer/ minuman keras yang memabukkan.
Salah satu hal terpenting yang harus kita ketahui adalah najis berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain jika salah satu atau kedua benda tersebut bersifat basah. Mengapa begitu??
Karena basah itu bersifat lembab dan kelembaban adalah media pertumbuhan bagi bakteri. Semua yang najis pasti mengandung bakteri, jika tubuh kita basah maka akan lebih mudah bakteri untuk berkembang.
4) Air suci yang mensucikan tapi makruh.  Ini hanya ada di negara tertentu yang sulit untuk air. Untuk negara tersebut, air genangan boleh digunakan berwudhu.
Demikian penjelasan mengenai macam-macam air menurut para ulama. Semoga sahabat kiswah memahami air yang boleh dan tidak boleh digunakan untuk bersuci. Apakah Thaharah kita sudah sempurna?? Jika belum mari kita perbaiki, dan cari ilmu bersama-sama agar sholat dan ibadah kita sempurna. Kita akan selamat di akhirat ketika kita mau belajar Islam lebih dalam , tapi akan lebih bermakna ketika kita mengajak teman-teman kita untuk memahami Islam bersama-sama.
“Jangan bosan belajar fiqih, karena fiqih adalah cabang dari rukun Islam”
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.1) Air suci yang mensucikan adalah air yang kita gunakan untuk Thaharah (wudhu, istinjak, mandi).
2)  Air suci yang tidak mensucikan adalah air yang suci tapi tidak bisa digunakan untuk bersuci. Contohnya : air kopi, susu, teh.
3) Air najis adalah air yang tidak boleh digunakan untuk bersuci krena telah terkena najis. Najis adalah sesuatu yang haram dimakan, jika dibawa sholat tidak sah, ketika terken air, sifat air akan rusak (rasa, bau, dan warna air berubah). Menurut Imam Syafi’i ada 7 hal yang menyebabkan najis, yaitu:
a. Sesuatu yang keluar dari lubang depan dan belakang kecuali air mani. Karena manusia berasal dari air mani, maka air mani adalah suci.
b. Darah dan Nanah kecuali hati dan limpa yang berasal dari hewan yang halal. Untuk darah nyamuk bersifat ma’fu (dimaafkan) jika tak sengaja.
c. Muntahan, gumonya anak kecil. Jika kita muntah, maka sucikan dulu dengan berkumur, baru minum. Bagaimana jika anak kecil gumo, kan dia belum bisa berkumur? Nah, kalau anak kecil, cara mensucikannya dengan menyendokkan air putih dan disuapkan ke mulut anak tersebut.
d. Bangkai kecuali ikan, belalang, dan manusia. Walaupun itu adalah hewan yang halal tetapi jika matinya bukan karena disembelih misalnya karena ditabrak motor, maka bangkainya haram untuk dimakan.
e. Anjing dan keturunannya.
f. Babi dan keturunannya.
g. Khamer/ minuman keras yang memabukkan.
Salah satu hal terpenting yang harus kita ketahui adalah najis berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain jika salah satu atau kedua benda tersebut bersifat basah. Mengapa begitu??
Karena basah itu bersifat lembab dan kelembaban adalah media pertumbuhan bagi bakteri. Semua yang najis pasti mengandung bakteri, jika tubuh kita basah maka akan lebih mudah bakteri untuk berkembang.
4) Air suci yang mensucikan tapi makruh.  Ini hanya ada di negara tertentu yang sulit untuk air. Untuk negara tersebut, air genangan boleh digunakan berwudhu.
Demikian penjelasan mengenai macam-macam air menurut para ulama. Semoga sahabat kiswah memahami air yang boleh dan tidak boleh digunakan untuk bersuci. Apakah Thaharah kita sudah sempurna?? Jika belum mari kita perbaiki, dan cari ilmu bersama-sama agar sholat dan ibadah kita sempurna. Kita akan selamat di akhirat ketika kita mau belajar Islam lebih dalam , tapi akan lebih bermakna ketika kita mengajak teman-teman kita untuk memahami Islam bersama-sama.
“Jangan bosan belajar fiqih, karena fiqih adalah cabang dari rukun Islam”
Wassalamu’alaikum Wr.Wb.

🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸

#KISWAH
#Kemuslimahan
#JIMMengabdi
#MyFriendMyFamily Allahu Akbar

Advertisements