Sudah Sempurnakah Thaharahku?

🌹RANGKUMAN KISWAH🌹
Jumat, 3 Maret 2017

“Sudah Sempurnakah Thaharahku?”

myhome

Pemateri : Ustadzah Izza
Notulis :  Salwa Diah Hamiah

Assalamua’alaikum Warhmatullahi Wabarokatuh

“sesungguhnya Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan orang-orang yang bersuci –membersihkan diri-“ [QS Al-Baqarah : 222]. Pada ayat tersebut dijelaskan bahwa Allah mencintai orang-orang yang bertaubat dan mensucikan diri, dan ketika kita berbicara tentang cintanya Allah kepada manusia maka kita teringat pada sebuah ayat tenntang janji Allah pada hamba yang Dia cinta.

“Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan jalan keluar baginya dan memberinya rizki dari arah yang tak disangka-sangka” [QS At-Thalaq : 2-3]. Pada surah Al-Baqarah ayat 222 disebutkan bahwa Allah mencintai hamba-Nya yang mensucikan diri, lalu sebenarnya apa itu mensucikan diri dan bagaimana cara kita mensucikan diri?

Pada KISWAH Perdana hari Jumat, 3 Maret 2017 ini dijelaskan megenai thaharah “Sudah Sempurnakah Thaharahku?” yang disampaikan oleh Ustadzah Izza.
Thaharah ialah bersuci (mensucikan diri) secara fisik. Adapun cara bersuci ada tiga  yakni istinjak, wudhu,dan  mandi junub.  Istinjak alah membersihkan diri dari sesuatu yang keluar dari lubang depan atau lubang belakang menggunakan air atau batu atau benda sejenis yang memenuhi syarat. Syarat benda tersebut ialah benda yang kering, keras, menyerap air, serta bukan termasuk benda-benda yang terhormat, salah satu  benda terhormat yakni makanan.

Adapun hukum istinjak ada 5 yaitu wajib hukumnya jika sesuatu yang keluar bersifat basah, sunnah jika sesuatu yang keuar bersifat kering, makruh hukumnya jika yang keluar angin, mubah hukumnya jika berkeringat cukup banyak disekitar area kewanitaan, serta haram hukumnya jika dilakukan dengan menggunakan barang yang terhormat.

Sunnahnya istinjak dilakukam sebanyak hitungan ganjil 3, 5, 7.
Wudhu merupakan salah satu cara untuk bersuci. Salah satu air yang digunakan untuk bersuci adalah air mutlak. Air mutlak ialah air yang turun dari langit atau keluar dari bumi yang belum digunakan untuk bersuci serta tidak bercampur dengan zat yang dapat merubah rasa, bau dan warna air tersebut.

Adapun hal-hal yang membatalkan wudhu ialah mengeluarkan sesuatu dari lubang depan maupun belakang, bersentuhan antara wanita dan laki-laki yang bukan mahrom tanpa pembatas, kecuali rambut, gigi dan kuku, hilang akal atau tidur, dan menyentuh kemaluan manusia dengan telapak tangan.

Mandi besar diwajibkan ketika setelah bersenggama tanpa atau dengan keluar mani, keluar mani diluar bersenggama dan melahirkan. Pada wanita terdapat tiga tempat keluarnya cairan yaitu dari bagian paling luar, dari bagian farji bagian tengah, dan dari rahim wanita. Cariran yang keluar dari bagian luar dan tengah ialah suci sedangkan cairan yang keluar dari rahim ialah najis kecuali air mani. Walau pun air mani itu suci, tapi tetap wajib hukumnya untuk mandi junub. Adapun jenis-jenis cairan yang keluar dari kemaluan manusia yakni mani (suci, harus mandi junub), madzi (najis, keluar karena syahwat, batal wudhu tapi tidak wajib mandi junub), wadi (najis,  keluar karena kelelahan, batal wudhu tapi tidak wajib mandi junub).

Demikian penjelasan mengenai Thaharah, selanjutnya mari kita perhatikan diri kita. Apakah dalam bersuci kita selama ini sudah benar? Jika belum mari kita perbaiki, dan agar kita bisa memperbaikinya maka marilah kita bersama-sama mencari ilmu agar ibadah kita bisa sempurna.

Yuk ngaji! Yuk ikut kiswah! Dapatkan ilmu yang bermanfaat dan sahabat yang InsyaaAllah dunia akhirat ^^

Wassalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh

#Kemuslimahan
#JIMMengabdi
#MyFriendMyFamilyAllahuAkbar

Advertisements