*STATUS KEPEMILIKAN*

Oleh : Moh. Wahyu Syafi’ul Mubarok

Izinkan saya mengawali tulisan kali ini dengan mengutip perkataan seorang penulis buku – buku motivasi islami best seller yaitu mas Ahmad Rifai Rif’an yang semoga setidaknya menjadi awal yang bagus dalam tulisan ini.

“Saat kita mencintai, sebenarnya kita tengah menabung rasa kecewa. Semakin tinggi rasa cinta maka tabungan kekecewaan pun semakin menggunung. Tabungan kekecewaan itu pasti akan kita panen. Kapan ? Saat kita berpisah dengan yang kita cinta.”

Tentu konteks cinta disini tidak hanya masalah kasih sayang antara laki – laki dan perempuan. Karena dunia tidak selebar daun kelor. Begitu pula dengan pengertian cinta. Bisa juga dengan cinta harta, cinta jabatan, hingga cinta yang sangat berlebihan terhadap kenangan.

Mengenang ungkapan para pujangga reformasi, bahwa cinta lahir karena ada perjumpaan. Sedangkan kematiannya adalah perpisahan. Sehingga dalam hal ini akan berlaku status kepemilikan yang mana Allah hanya menghendaki sebagai titipan berselimutkan ujian.

Siapa bilang cinta harta, takhta, hingga wanita hanya sebatas kesenangan belaka. Padahal disetiap detiknya Allah menaruh ujian guna menguji hambanya apakah tetap bersyukur atau justru tersungkur. Bukankah 3 hal di atas termasuk fitnah dunia ?.

Sehingga apabila demikian kenyataannya tidak ada pilihan lain selain sadar tentang sebuah status kepemilikan. Mari sejenak merenungi pesan seorang Ali bin Abi Thalib ra mengenai hal ini.

“Cintailah kekasihmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi musuhmu. Dan bencilah musuhmu sekedarnya saja, siapa tahu nanti akan jadi kekasihmu”.

Sehingga tak perlu takut untuk kehilangan karena sejatinya semua hanya sebatas titipan dari sang pemilik kehidupan. Maka cintai apapun sekedarnya saja, agar ketika perpisahan telah menyapa, luka di dalam jiwa tidak terlalu lama sembuhnya.

Jangan menganggap mereka yang tidak kunjung memiliki, mencinta dengan setengah hati. Karena bisa jadi mereka telah sadar apa yang nantinya dimiliki, cepat atau lambat pasti akan kembali ke pangkuan sang ilahi. Mari benahi diri agar selalu siap untuk ditinggal pergi. Ups 😁

*Sendangagung, 28 Januari 2017

#SabtuMalam 😁😊🙏

Advertisements