*BUAH KESOMBONGAN*

arogan

Oleh : Moh. Wahyu Syafi’ul Mubarok

Tentu pembaca masih ingat dengan kisah raja Fir’aun di zaman nabi Musa. Gara – gara ia menyombongkan diri sekaligus mengaku sebagai seorang tuhan. Tak lain karena ia berhasil merubah dataran tandus mesopotamia menjadi kota berperadaban. Karena kesombongannya seorang Fir’aun bersama bala tentaranya dibenamkan di laut merah.

Lain halnya penduduk negeri kota sodom. Para kaum nabi luth yang sangat pandai dalam seni arsitektur. Mereka merubah bebatuan cadas menjadi kemilau bangunan pencakar langit. Apa yang terjadi selanjutnya, kota kebanggan mereka dibalikkan oleh malaikat jibril atas perintah Allah sembari dihujani bebatuan. Tentu hal itu karena buah dari kesombongan dan pengingkaran terhadap nabi luth.

Mari mundur semakin jauh ke masa ketika seorang nabi adam baru saja diciptakan. Selepas itu, terjadi momen yang sangat diingat oleh bangsa iblis mungkin sepanjang umur dunia. Gara – gara iblis sombong dan tidak mau sujud sebagai penghormatan terhadap manusia. Seperti halnya para malaikat.

Apa yang terjadi selanjutnya ? Iblis diusir dari surga gara – gara ia sombong sekali saja. Mungkin berkat itulah anak keturunan iblis para syetan masih menyimpan dendam kepada bangsa manusia hingga hari akhir kelak. Begitulah buah kesombongan yang dipetik oleh beberapa pelaku di atas.

Mari sejenak bayangkan. Iblis yang hanya sekali bertingkah pongah penuh kesombongan diusir dari surga. Sementara umat manusia tak terhitung berapa kali bertingkah sombong. Hal ini sebagai penguat bahwa manusia adalah makhluk spesial yang selalu mendapat jatah amnesti ampunan apalagi di tengah samudera ramadhan.

Mari saya mengajak diri sendiri sekaligus pembaca semua untuk tidak memetik buah kesombongan tersebut. Boleh kita agak berbangga dengan pencapaian kita, tetapi ingat semua ada batasnya. Mari menjadi insan kamil yang telah digariskan oleh Allah SWT. sekaligus berusaha memadamkan bara kesombongan. 😁😊

*Sendangagung, 29 Januari 2017

#SemangatBeraktivitas🙏😊

Advertisements