Peradaban Selamat (Juara 2 Lomba Cipta Puisi ISEF 2016)

Juara 2
Rahmi Andri Wijonarko
Peradaban Selamat

pernah ada peradaban
yang menggugah penuh keagungan
mencipta negeri adiluhung dari pantai ke pantai
dari tanah dingin berangin utara sampai hangat tropika
bermula dari sahara panas menggila
dalam lindungannya ratusan juta nyawa
berbhineka kredo dan asal suku bangsa
satu bahasanya terucap setiap bibir di belahan bumi
menjadi jembatan manusia beratus daratan
wadyabalanya berwajah aneka negara
tentara pelindung mengepung rapat derajat perdamaian agung
dan kemakmuran yang tak terperikan sebelumnya
armada niaga tenar berkibar di tanah brazilia sampai cina
dan bertebaran melukiskan warna di muka tanah nusantara
seperti menyambut seruan fantasiru
saat usai sholat jumat nikmat dilumat


dan peradaban ini terkendali melebihi sebelumnya
temuan demi temuan menyelamatkan yunani yang nyaris mati
lihat arsitek gedungnya kokoh serasi dengan gravitasi
matematikawan mereka aljabar dan logaritma
meletakkan batu pondasi komputasi dan sandi enkripsi
tabib-tabib menjelajahi sekujur raga
menelusur jalur penyakitpun tergusur hancur
mata perajin falaq meneroka surga di langit
menamai bintang terang yang taat terbit
membabat rimba penjelajahan antariksa
perajut kata-kata menimang-nimang pena
menarikan qolam berbuah prosa
tak habis jenuh dibaca seribu satu malam
cerita keberanian, romansa dan keanehan
penyair bebas menuliskan cinta
saat masa sebelumnya takut menyatakan asmara
ketika negeri lain takut berpikir
peradaban ini sudah mutakhir
tapi tak ingin sendiri berjaya
menarik liyan bak saudara
ketika kastil dan gereja begitu ketat
menyensor ilmu pengetahuan berbau bidat
peradaban ini menumbuhsuburkan pohon ilmu pengetahuan
menyiangi gulma kesyirikan
seraya membagi pada liyan yang membutuhkan
sepertinya ini peradaban barat?
salah wahai sobat!
yang kumaksud ini peradaban selamat
yang berdiri delapan ratus sampai seribu enam ratus dari baghdad
damaskus, kairo dan turki Sulaimani
walau barat tak peduli
banyak hutang pada peradaban islami
warisannya tetap jadi bagian kemodernan
industri dan teknologi tak hadir tanpa matematika dan alkimia
Suleiman contoh kepemimpinan sipil adil nan toleran
Rumi bersufi filosofi menghadirkan notasi
mengusik hati merindu kebenaran
Dalam gelap dan tegangnya masa kini
yang perlu adalah menyatu
dalam komitmen membangun peradaban
yang penuh keselamatan dan kemakmuran
yang perlu adalah sinergi
integrasi kepentingan ukhrawi duniawi
anakku anakmu persiapkan
cinta Al Quran dan ilmu pengetahuan
mengendara kemodernan mendera informatika
mereka melesat ke depan
menjadi pemimpin peradaban cahaya di atas cahaya
mewarisi pekerti nabi Muhammad sang matahari dunia

Advertisements