7 Puisi Terbaik dari 10 Terbaik (Lomba Cipta Puisi ISEF 2016)

4. Annisa Farida

SHIINA

Adakah Allah tak pernah mengukir kesempurnaan
Adakah Qur’an terseonggok termangu-mangu
Adakah Nabi hanya terjungkir balik
Tanpa kita genggam bahkan disenggol
Disayangi oleh bentuk-bentuk cuil kita
Yang mana cuilan dari cuil
Kita memang kecil
Lalu mengapa cinta kita lebih kecil?
Butiran hujan kita lingkarkan ke jari sebagai tasbih
Kita amati lekat-lekat, hujan terlalu tenang
Maka kita amati sambil tiduran saja
Aduhai, besok kita sudah mati
Ya, kita terpontang-panting terjungkir balik
Tapi, lihatlah kerlap-kerlip berguguran
Kita punguti satu-satu tanpa jungkir balik
Kita masukkan ketengah qalbu
Semuanya silau
Hingga lupa, aku tidak mengenal neraka
Dan siapa itu surga?
Maka jangan salahkan
Jika kita hidup kita telah mati
Saat bangun, kita mati lagi
Karena akhirat telah kita kalahkan

5. Aura Fresty Ramadhani

TAKKAN PUTUS WALAU DIRENGGUT

Milyaran saraf diciptakan menguntai bertautan
Di dalam gumpalan kecil keabuan penuh keistimewaan
Dia ciptakan bagi setiap insan agar termulia dari segala ciptaan
Jari-jemari yang tak menyatu dengan sengaja
Agar Al-Qalam dapat digenggam dengan sempurna
Menggores lembaran kosong dengan catatan penuh makna
Anugerah berfaedah untuk mencari ilmu di dunia
Meski berjalan sejauh Cina
Meski ilmu sebanyak buih
Kejarlah walau muskil semua kau raih
Carilah selama nafas masih berhembus
Karena gemericik-gemericik pahala Dia turunkan
Derajatmu Dia tinggikan seperti Al-Mujadalah mengatakan
Sungguh balasan nikmat yang tak pantas disia-siakan
Saat fajar mewarnai langit subuh dengan guratan jingga
Jangan hendak kalah dengannya
Saat itu pula diri harus mematri niat mewarnai dunia
Dengan butiran gelora untuk menuntut ilmu
Dan dilindungi tapak-tapak kaki yang berjalan di jalan Allah
Di bawah naungan kasih sayang-Nya
Hingga tak lagi mampu
Hanya tersisa dalam ingatan
Hanya mampu mengamalkan
Hingga ruh yang ditiupkan direnggut kembali oleh yang menitipkan
Namun amalnya tetap mengalir deras
Takkan putus walau hidup di dunia telah sampai pada batas
Seperti sabda junjungannya
Teruslah melangkah ke arah yang penuh berkah
Tak kenal mengeluh apalagi menyerah
Janji akan kemudahan menuju nirwana
Yang Dia janjikan takkan pernah berubah

6. Elok Faiqoh Nur Mafila

TENTANG MAHA KARYA

Embun-embun pancarkan senyuman murni
Dalam sunyi bisikkan puja dan puji
Di tengah heningnya katup dari sisa-sisa mimpi
Bulir keikhlasan menyeka debu-debu keji
Seakan bersolek kembali untuk hari yang terganti
Dalam linangan asa yang berpendar jernih
Dan kau tahu siapa yang paling suci
Debu yang mati mengurai saripati
Irama pun terdetak dari ruang yang sunyi
Awal yang nihil dibuatkan arti
Fana nan papa terbubuhi prestasi
Begitulah, udara dijadikan menari
Mengulur garis yang seakan tiada henti
Berpikir!
Dari diri satu, lalu yang lain hadir
Sisi dengan sisi lain yang masih sama kelir
Saling mengiring langkah yang tentram mengalir
Melantun syair cinta seakan tiada akhir
Mengukir rasa seakan tiada mengenal getir
Kau harus tahu!
Mengapa langit itu terlalu jauh
Mengapa ia berwarna biru
Dan tentang bumi yang selalu teguh
Menopang keruh keluh tanpa ragu
Lalu bagaimana nanti jika ia rapuh?
Dengar!
Dongeng malam saat ragamu ingin bersandar
Nyanyian sunyi saat tenagamu lelap memudar
Juga tentang gelegar yang membuatmu tersadar
Akan cahaya silaukan berlian yang berbinar
Pahami!
Saat langit menjulurkan lidah api
Entah kau melihatnya dengan ngeri
Atau malah kau riang berseri
Terbayang tentang kuningnya padi
Atau tentang benih yang tak jadi mati
Cukup lihatlah!
Langit itu berdiri gagah
Bumi itu terhampar megah
Lalu kau adalah sang Khalifah
Cukuplah Tuhan memebisikkan satu desah
Serta merta sadarmu terperangah
Maka tanda mana lagi yang akan kau sanggah?
Kau dianggap makhluk spesial
Dengan kekhususan yang bernama akal
Sehingga kau terbebas bebal
Tak seperti hewan yang membual
Ya, itulah dirimu duhai insan!
Kodrat terhias dalam keistimewaan
Mulianya tugas teremban di tangan
Dan nurani jangan sampai kau tanggalkan
Maka rangkailah dunia dalam untaian
Warna di alam dalam harmoni beriringan
Tak diuntungkan, tak dirugikan
Ini hanya tentang sebenar-benar tujuan
Karena semua adalah milik Tuhan
Kau, adalah milik Tuhan

7. Izza

KAYUHAN CINTA UNTUK MU


Perguliran roda kehidupan
Berputar untuk mendekati-Mu
Menekan diri sendiri dari bohongnya dunia
Yang terlihat nyata namun maya
Perguliran roda kehidupan
Berputar untuk semakin mencintai-Mu
Jatuh, bangun, tersaruk, terjerembab
Hati hati ini, jiwa jiwa ini
Bergolak! Mendesak! Berteriak!
Aku rindu pada-Mu!, aku ingin bertemu dengan-Mu!
Perputaran roda kehidupanku yang tak kunjung sampai pada titik akhirnya
Suatu waktu membuatku lelah, suatu waktu membuatku melemah
Tidak! Aku tetap yakin kau selalu ada bersamaku
Kuseimbangi dunia ini dengan kehidupan masa depan yang akan datang
Sesuai perintah-Mu, kutekan hawa nafsuku
Yang menggebrak diri sedemikian hebatnya, Kutekan! Kutekan!
Ku paksa ia berputar arah menuju lintas nafsu untuk semakin mencintai-Mu
Wahai Dzat Yang Berkuasa
Dag dig dug hati ini menunggu waktu yang Kau janjikan tiba
Saat adzan tak lagi berkumandang
Saat yang haram tak lagi jadi perdebatan
Waktu dimana Kau terbangkan gunung-gunung-Mu
Merantai dunia menuju kehancurannya
Waktu dimana Kau utus bumi untuk mengeluarkan apa yang dikandungnya
Hari dimana Berita Besar-Mu sampai kepada kami umat manusia
Celakalah! Celakalah!
Diantara kami yang mengira harta dapat mengekalkan hidup
Dan pada Hari Besar-Mu itu kami melihatnya hilang bagai debu ditiup bayu
Binasa hina dimata! Malu gugu dirasa!
Wahai Tuhanku… Yang telah kusiapkan singgasana
Cintaku hanya pada-Mu
Berdarah kaki ini mengejar-Mu Allah, muncrat nanah olehnya
Sebab dosaku ini yang bertumpuk-tumpuk, tertimbun dan terus ditambah
Membuat-Mu semakin sulit untuk kugapai
Kau tak pernah meninggalkan hamba-hamba-Mu
Namun kamilah yang selalu berjalan mundur menjauhi-Mu
Munafiknya kami kehilangan jati diri oleh diri sendiri
Lantas, sudikah Kau bertakhta dalam singgasana cinta makhlukmu ini?
Telah kuserahkan, telah kupasrahkan..
Hidup, mati, dan segala lintas yang kuperjuangkan
Tangan akan menjadi saksi. Kakipun sama.
Kulit akan bicara. Rambutpun iya.
Tak bisa lagi berdusta
Semua akan terbuka sebagaimana adanya
Yang pantas akan bertemu ibunda dan bahagia kekal didalamnya
Yang buruk akan bertemu dengan bara sebagai balasannya
Kekuasaan-Mu Kebesaran-Mu Allah…
Tak Kau berikan petunjuk bagi mereka yang lebih mencintai dunia yang maya
daripada akhirat yang nyata
Dan telah kau kunci, hati, pendengaran, penglihatan
Lalai! Lalai sudah! Rugi dan benar-benar rugi
Ketakutanku, kekhawatiranku
Di bawah baying-bayang itu
Kukayuh cinta ini untuk mendekati-Mu
Tak peduli meski bumi semakin menua
Tak peduli meski waktu itu akan segera tiba
Aku yakin…
Kau ada bagi hamba-hamba-Mu yang bersabar
Berserah diri, berdo’a, memohon, merendah di hadapan kebesaran-Mu
Ku kayuh cinta ini untuk mendekati-Mu
Hingga akhirnya jiwa ini akan tiba dalam seagung-agungnya Janji Cinta-Mu
Dalam pelukan-Mu, hangat rengkuhan Kasih-Mu

8. Nimas Ayu Puspa Ningrum

MURABBI RERUMPUT

Antologi Geodorum

demi pagi mengembun

merbak putih

lukis esok lebih jernih

Bertangkai bais

arif pada beku geligis

Sepanjang usia

terjaga

tebar paramarta

harum meski hari menyenja

merunduk tetap

pun mampu meriap

tanpa pongah ia mengalah

Ini anggrek

Bijak atas tiap ejek

Biar rumput memanggilnya primitif

Ia acap produktif

Ah, ialah guru

Dari semua yang berilmu

Biarkubawa seluruh kesima

Untuk keindahan ditengah kusa

Berbunga

tiada peduli cerca

9. Novi F. Anggraini

SEHELAI PEMBAWA BERKAH


Wahai para muslimahbersyukurlahengkau
Allah telahmencintai kalian
Diainginmenjaga kalian dariapinerakanya
Wajiblah kalian wahai para muslimah
Tutuplahauratmu……..
Tututplahdirimuwahaianakadam
Tutuplahdengansehelaikain
Tutuplahseluruhtubuhmukecualimukadantelapaktanganmu
Sungguhironiswanitazamansekarang
Masihbanyakwanita yang mengumbaraurat
Membiarkanrambutnyaterurai
Membiarkankaum Adam melihatnya
Wahaimuslimah…………
Lindungilahkepalamudaripanasnyadunia
Tutupilahdadamuhinggatidakterlihatauratmu
Tutupilahdirimuhinggabenar-benarsiap
Pakailahsehelaikainitu
Karenaitusebuahkewajiban
Pakailahkarenapastimembawakeberkahan
Diaakanmemberikanmukebahagiaan
Dan kamuakanmendapatridhanya
Berhijablahdanrasakankenikmatansehelaikainitu
Janganlahragudanjalanidenganikhlas
Pertebalkeimananmu agar kamuyakinmemakainya
Pakailahsegerasebelumhariakhirdatang
Wahai para muslimahcintailahagamamu
Berhijablahengaku
Selagi hijab itudapatmelindungimu
Dan sehelaikainitudapatmemberimukeberkahan

10. Syaiful Andriyansah

UNTAIAN IMAN


Saat cahaya kesucian datang
Menyisihkan segala bentuk kegelapan
Tanpa memandang segala persaudaraan
Merangkul bersama menuju terang benderang
Menahan gelap gulitanya dunia
Dan beragam akan rahmat dan ridhlo-Nya
Tambatan hati yang tertangguhkan tapi pasti
Godaan yang menghalau dan terus membatasi diri
Seakan menjadi rangkap luka diantara ribuan ujian yang ada
Untuk berjalan disisi sanubari jiwa suci-Mu
Menunggu dan terus menunggu
Hingga kian abad yang tak menentu sampai hilang akan anganku
Rotasi di antara dunia yang terdominasi kafir
Sesaat terasa sampai datanglah seorang pembenar
Penyelamat dunia beserta alam semesta
Rasulullah SAW yang menjadi rahmatan lil ‘alamin
Mengajarkan suatu keyakinan berbasis untaian iman
Itulah Islam agama Allah SWT sebagai panji rahmat dunia

Advertisements