Kebersamaan Musyawarah Kerja Wilayah 5 JRMN

Assalamu’alaikum

Alhamdulillah tanggal 24-25 September 2016 telah terlaksana Musyawarah Kerja Wilayah 5 JRMN yang bertempat di Universitas Jember. Acara diselenggarakan oleh IONS (Islamic Organization of Mathematics and Natural Sains) LDF dari FMIPA Universitas Jember. Membawa tema “Togetherness in Fraternity JRMN to be Qur’ani Scientist”.

Kami berangkat naik kereta Probowangi dari Surabaya pukul 04.25 WIB. Perjalanan memakan waktu 5 jam. Sembilan delegasi untuk mengikuti dari JIMM yang mengikuti musyawarah tersebut, paling banyak dari semua perwakilan LDF di wilayah 5 yang hadir. Ahmad Fauzi (Kaderisasi), Muhammad Kholil (Syiar), Rohiim Ariful (Jarmed), Adhe Rahmatullah (Jarmed), Beni Hamdani (Keilmuan), Ainur Dwiki (Syiar), Cici Tya Rahmawati (Jarmed), Hanifah Puspitasari (Jarmed), dan Ilhafah Hanum (Kaderisasi). Selain dari UNAIR ada beberapa Universitas yang menghadiri muskerwil kali ini, di antaranya UNESA, ITS, dan Universitas Mataram.

YDXJ1675.jpg
Tim JRMN dari JIMM

Acara dimulai pukul 09.30 WIB dengan pembukaan, sambutan-sambutan dan perkenalan tiap peserta yang hadir. Acara dimulai lagi jam 13.00 WIB dengan perkenalan profil tiap LDF. Ada yang menarik saat JIMM presentasi, adanya kecemburan dengan media JIMM yang berkembang dengan baik, baik konten maupun grafisnya, kecemburuan itu dating dari saudara Universitas Mataram dengan LDF bernama At-Tafakkur. Tiap LDF mendapat waktu 10 menit untuk presentasi. UNEJ menampilkan IONS, UNESA dengan Qolbu Salimnya, tetapi ITS hanya menampilkan Lembaga Dakwah Jurusan.

Banyak cerita yang menarik saat sesi tanya jawab setelah presentasi tiap LDF. Salah satunya dengan perjuangan peserta dari UNRAM yang mencari biaya untuk bisa berangkat ke UNEJ, mereka sampai harus mengajukan ke Bupati, tetapi dengan pertolongan Allah SWT akhirnya mendapat biaya walaupun hanya untuk satu orang. Kemudian keluhan Qolbu Salim UNESA yang kekurangan anggota ikhwan dalam LDF-nya, sebaliknya dalam LDF ITS malah kekurangan akhwat. Memang itulah tantangan dalam berdakwah, jika kita mau membantu agama Allah, maka Allah akan membantu urusan kita.

Kemudian para peserta dibagi ke dalam beberapa divisi, divisi Kaderisasi, Syiar, Jaringan, dan Kemuslimahan, semua peserta dari tiap LDF terbagi dengan rata. Dalam forum diskusi itu membahas tentang program kerja yang telah dirumuskan saat Muskernas di IPB untuk memperinci bagaimana cara merealisasikan program kerja untuk setahun ke depan. Lalu perwakilan tiap divisi dipersilahkan untuk menyampaikan kepada seluruh peserta di sesi selanjutnya beserta tanya jawab.

YDXJ1581.jpg
Saat presentasi profil JIMM

Acara memang berjalan agak alot, jadi rapat baru dimulai lagi setelah sholat Isya’ dengan agenda pembacaan hasil diskusi tiap divisi yang belum maju. Dilanjutkan dengan pemilihan tempat untuk Musyawarah Wilayah tahun depan, setelah melewati diskusi yang panjang akhirnya diputuskan UNESA sebagai penyelenggara tahun depan.

Hari kedua diisi dengan kegiatan outbound untuk meningkatkan keakraban tiap peserta. Lingkungan di UNEJ sangatlah sejuk dan rindang, masih banyak pohon-pohon besar dan jauh dari kebisingan kendaraan bermotor. Kalau di Surabaya hampir sama dengan kampus ITS.

YDXJ1658.jpg
Foto bersama Pak Heru

Acara selanjutnya diisi dengan muhasabah diri bersama Bapak Heru seorang guru dan amil zakat di Jember. Beliau memulai dengan cerita 2 pemuda yang mati syaihid saat perang Badar. Di adalah seorang kakak adik bernama Muaz dan Auf yang berhasil menebas kaki Abu Jahal. Di cerita tesebut dapat dipetik suatu hikmah, bahwa keberanian untuk dakwah harus dimulai dari pemuda. Kemudian beliau bercerita tentang masa mudanya yang pernah menjadi pemulung untuk membantu kedua orang tuanya. Beliau mengingatkan kepada kami bahwa rasa cinta orang tua itu sangatlah besar walaupun dia terkadang harus berhutang sana-sini untuk mengantarkan anaknya sampai ke perguruan tinggi. Orang tua mampu menutupi kesedihannya demi kebahagiaan seorang anak. Beliau juga berpesan untuk memulai menanam di usia muda, agar kelak saat tua mampu menuai hasil yang baik, baik dengan berjualan, membuka bimbingan belajar, maupun usaha yang lain.

YDXJ1665.jpg
Penyerahan cinderamata oleh IONS kepada JIMM

Bahwa dakwah itu tidak cukup hanya dengan lisan, tetapi kita harus mampu melakukan omongan kita agar menjadi ajakan untuk orang di sekitar kita. Kita harus tetap bersatu di jalan dakwah ini, karena kebaikan yang tidak terstruktur akan kalah dengan keburukan yang terstruktur.

Semoga dari acara ini mampu menjadikan kita sebagai insan yang lebih bermanfaat kepada orang lain. JRMN memang perlu dibangun agar menjadi lebih baik lagi. (rhm)

Wassalamu’alaikum

 

Advertisements