Manajemen Hati Muslimah

 

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bismillahirrahmanirrahim.

Oleh : Aida FKM 2014

Ukhty.. Apa sih Hati itu?

Kenapa hati harus dikelola?

Hati manusia memiliki potensi, dimana potensi itu bisa positif tetapi bisa pula negatif. Dalam sebuah hadits dijelaskan bahwa, “Di dalam tubuh manusia terdapat segumpal daging, apabila segumpal daging itu baik maka seluruhnya akan menjadi baik. Dan apabila segumpal daging itu buruk maka seluruhnya akan buruk pula. Segumpal daging itu adalah hati.” (Hadits)

Jadi, bagaimana potensi itu baik atau buruk akan berkembang tergantung dari si pengelolanya itu sendiri.

Dari bagaimana kemampuan seorang memanagemen hatinya, hati seorang manusia dikelompokkan menjadi 3 golongan, yaitu:

  1. Hati yang mati

Adalah hati yang keras. Kerasnya hati seorang muslim disebabkan karena jauh dari Allah dan banyaknya maksiat yang dilakukannya. Sedangkan hati seorang yang kufur kepada Allah sudah mengeras bagaikan batu.

Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, engkau (Muhammad) beri peringatan atau tidak engkau beri peringatan, mereka tidak akan beriman. Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka, penglihatan mereka telah tertutup, dan mereka akan mendapat adzab yang berat.”(Q.S. Al-Baqarah : 6-7)

  1. Hati yang sakit

Seorang yang berpotensi melakukan hal-hal negatif digolongkan ke dalam golongan orang yang hatinya sakit. Begitu pula orang yang munafik, dia mengaku islam tapi dalam tingkah lakunya masih jauh dari ajaran dan tuntunan agama islam.

Ciri-ciri orang munafik ada 3, yaitu : apabila berbicara dia berdusta, apabila dipercaya dia berkhianat, dan apabila berjanji dia mengingkari.” (Hadits)

  1. Hati yang sehat

Hati yang bersih, bercahayakan iman, berhiaskan akhlaqul karimah itulah ciri dari hati yang sehat. Hati yang hidup dengan nafas islami akan menunjukkan kesantunan akhlak bagi pemiliknya, begitulah hati yang selayaknya dimiliki oleh seorang muslim/muslimah.

Ukhty.. insyaallah antunna sudah memiliki hati yang sehat, namun tidak menutup kemungkinan adakalanya hati kita terserang penyakit yang tidak kita sadari sedikit demi sedikit menyusup dalam hati kita karena kita hanyalah manusia biasa yang penuh dengan khilaf. Berikut kiat-kiat untuk mengobati hati yang sakit:

  1. Muhasabah diri

Sebaiknya kita mengoreksi diri setiap hari, dengan begitu kita akan tahu dosa-dosa apa yang kita lakukan setiap harinya. Kegiatan muhasabah diri ini juga dapat membantu kita mengambil ibrah (pelajaran) dari kehidupan yang kita jalani dalam sehari yang telah kita jalani sehingga kita dapat menambah amal sholih kita di keesokan harinaya atau minimal mampu mengontrol diri agar tidak mengulangi kesalahan yang sama.

  1. Menjauhkan diri dari berbagai penyakit hati

Penyakit hati seperti ujub, dengki, riya’, ananiyah, dan lain sebagainya bagaikan noda berwarna yang tumpah di hati manusia. Jika awalnya manusia dilahirkan dengan hati yang putih bersih kemudian melakukan hal-hal negatif itu menodai hati sehingga menjadi berwarna dan kusam. Menjauhkan dari penyakit hati ini dapat mengurangi noda yang kusam dalam hati kita, sehingga sedikit demi sedikit dapat kembali bersih dengan penyucian hati melalui amalan-amalan yang baik.

  1. Menumbuhkan sifat pemaaf

Orang yang paling kuat adalah yang bisa menahan amarah. Orang yang paling berani adalah yang bisa menahan amarah dan senantiasa bersabar, sebagaimana disebutkan dalam sebuah hadits : Assajaa’us Shobrus saa’ah. (keberanian adalah sabar sejenak). Banyak orang yang berkata bahwa sabar itu ada batasnya, kenyataannya sabar itu tidak ada batasnya.

Diceritakan dalam sebuah kisah saat rosulullah berkunjung ke Thaif dan mengajak penduduknya untuk memeluk islam. Namun apa yang diterima rosulullah? Penduduk Thaif malah melempari rosulullah dengan batu sampai pelipis beliau berdarah. Saat itu turun wahyu Allah ,”Wahai Muhammad! Jika engkau menghendaki, akan Kuturunkan adzabKu atas penduduk Thaif.” Sungguh mulia jawaban Rosulullah,”Jangan Engkau turunkan adzab atas mereka, karena mungkin kelak keturunan mereka akan bersedia menerima seruanku.”

Jika kita mau belajar sejarah, maka kita akan berterimakasih kepada penduduk Thaif karena memang keturunan merekalah yang banyak menyebarkan ajaran agama islam sampai ke dataran Asia.

  1. Berprasangka baik (Husnudzon)

Kita dapat merasa tenang dengan berprasangka baik kepada orang lain karena tidak akan was-was atau khawatir. Karena berprasangka baik itu pula merupakan sebuah doa, sebagaiman firman Allah yang berbunyi, “Aku adalah apa yang diprasangkakan oleh hambaku.” Jadi, tetaplah berpikiran positif terhadap orang lain dan terhadap Allah FainsyaAllah semua hal akan terasa lebih ringan untuk dijalani.

  1. Menumbuhkan sikap ikhlas

Ikhlas dalam kondisi senang, ikhlas dalam keadaan susah dapat membuat hati kita menjadi dermawan dan tidak pamrih.

 

Saat hati yang sakit dibiarkan berlanjut dan tidak segera ditangani dengan tepat, maka berhati-hatilah hatimu akan memasuki zona yang sangat berbahaya yaitu hati yang keras dan membatu. Maka alangkah baiknya kita melakukan tindakan pencegahan agar hati kita tidak megeras, :

  • Mengimani Allah dan segala sesuatu yang harus diimani
  • Mentauhidkan Allah SWT.
  • Melaksakan ketaatan kepada-Nya dan rosul-Nya
  • Meninggalkan Larangan-Nya
  • Banyak mengingat Allah dan bertaubat kepadaNya.
  • Mengkaji Al-Qur’an dan Hadits

 

Ukhty fillah meski hati kita sehat, kita harus senantiasa merawat dan melembutkannya. Ini adalah step-step yang dapat dilakukan untuk melembutkan hati (Lathifatul Qolby) :

  1. Mengeluarkan zat perusak yang mengendap di dalam diri
  2. Melindungi dari segala gangguan
  3. Menjaga kekuatan hati

 

Demikian sedikit penjelasan tentang hati dan managemennya, mari kita analisis dalam posisi mana hati kita?

Sebagai seorang muslimah, kita haruslah menjadi seorang muslimah yang tangguh dengan cara menetapkan niat kita karena Allah ta’ala, menumbuhkan semangat yang tinggi, dan berusaha menjadi insan yang bermanfaat bagi orang lain.

 

Yaa Muqollibal Qulub, tsabbit qolbii ‘alaa diinik. Wahai dzat Yang Maha Membolak-balikkak Hati, tetapkanlah hatiku dalam agamamu. Aamiin Yaa Rabbal ‘aalamiin.

 

Resume Kiswah (Jumat,  10 Juni 2016)

Resume dan disunting kembali oleh tim kemuslimahan JIMM FST

#KISWAH

#Kemuslimahan_Ceriwis

#BidadariBeransel

#JIMM_Melangkah

 

Advertisements