Mengejar Mentari di Gunung Penanggungan – JIMM On Vacation 2016

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

“Belajar dari alam, kalau ranting, akar dan batu yang diam mampu memberi bantuan untuk para pendaki. Maka kita yg mampu bergerak haruslah lebih bisa memberi manfaat, ulurkan tanganmu karena itu sangatlah berharga”.

Ada yang spesial dalam menyambut Bulan Romadhon 1437 H, barisan JIMMers melakukan pendakian ke Gunung Penanggungan, Mojokerto. Ini merupakan acara JIMM on Vacation dengan mengambil tema Mengejar Mentari, bagian dari program kerja Departemen Kaderisasi JIMM FST UNAIR. Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 50 mahasiswa FST ini diselenggarakan pada tanggal 4, 5 Juni 2016.

Ada beberapa tujuan JOV 2016 kali ini, yaitu Tadabbur Tadzakkur, dan Tafakkur. Tadabbur berarti memahami penciptaan Allah, Tadzakkur yaitu mengambil pelajaran dari ciptaan Allah, dan Tafakkur berarti memikirkan penciptaan Allah.

Rombongan berangkat dari Masjid Ulul Azmi Kampus C Universitas Airlangga sekitar pukul 13.30 WIB dan sampai di pos 1 pukul 16.30 WIB. Sebelum memulai mendaki, barisan JIMMers menunaikan sholat Ashar. Perjalanan mendaki dibagi menjadi 5 kelompok yang berangkat secara berurutan. Pendakian berjalan dengan lancar walaupun ada sedikit hambatan karena kurangnya penerangan dan masih banyak yang merupakan pendaki pemula.

Jalur pendakian Gunung Penanggungan terdiri dari 4 pos, kelompok pertama sampai di puncak bayangan Gunung Penanggungan sekitar pukul 21.00 WIB. Angin pegunungan menghembus dengan lembut saat kita sampai di puncak, Alhamdulillah, sungguh besar kuasa Allah SWT sehingga kita bisa sampai puncak bayangan dengan selamat. Tak lama 10 tenda berhasil didirikan walaupun saling berbagi tempat dengan para pendaki lain yang jumlahnya sampai ratusan. Tak lupa kita menunaikan sholat Maghrib dan Isya’ dengan keterbasan yang ada, bersuci dengan tayamum dan sholat dengan duduk karena sudah tidak ada tempat lagi.

Rasa kekeluargaan, ukhuwah insaniyah dan islamiyah begitu terasa saat kita berada di puncak bayangan, semua dilakukan dengan bersama dan saling berbagi walaupun hanya makan mie instan. Waktu menunjukkan pukul 00.00, waktunya tidur, semua masuk ke tenda masing-masing. Kita bisa tidur dengan nyenyak walaupun udara pegunungan terasa dingin menusuk tulang. Pukul 04.30 WIB kita bangun untuk sholat shubuh dan bersiap menyambut mentari pagi.

Agenda hari kedua adalah melihat mentari pagi sambil menyanyikan beberapa lagu, seperti Hymne Airlangga, Syukur, dan Indonesia Pusaka. Untuk pertama kalinya JIMM FST UNAIR menyanyikan lagu Hymne Airlangga di ketinggian 1300 mdpl puncak bayangan Gunung Penanggungan. Tak lupa sebagai kenangan ada sesi foto bersama dengan latar belakang puncak 1653 mdpl Gunung Penanggungan.

Selanjutnya kita berkemas untuk kembali turun. Sebagai pendaki, kita harus menerapkan asas tidak meninggalkan apapun kecuali jejak, tidak mengambil apapun kecuali gambar, dan tidak apapun kecuali ego. Maka dari itu kita mengemas seluruh barang termasuk sampah dari yang kecil sampai yang terbesar dan membawanya turun ke pos satu.

Perjalanan turun sama sulitnya seperti mendaki, bahkan terasa lebih sulit, karena kita harus menahan pijakan kaki dari tanah yang licin. Banyak para peserta JOV terutama para perempuan yang jatuh bangun saat perjalanan turun. Tapi dengan semangat yang membara, kita mampu sampai ke pos pukul 12.00 WIB dengan lama perjalanan sekitar 2 jam. Sesampainya di pos 1, kita langsung bersih diri untuk melaksanakan sholat dhuhur. Kebersamaan kembali terasa saat selesai sholat dan kita makan bersama, sebuah kenikmatan yang sangat berharga. Pukul 14.00 WIB kita kembali ke Surabaya dan bersiap untuk kuliah esok hari. (rhm)

Siapa yg merancang tangga seperti itu? Jalan yang penuh batu tapi di situlah hebatnya. Dan saat berhasil melewatinya lalu benar benar membuka mata dan hati, terdengar pertanyaan dari hati “Apa yang kau sombongkan? saat kau ada di bawah sana kau sangatlah kecil bukan? Dan saat kau diatas sini kau tetaplah kecil dan tak terlihat dari bawah sana.” Belajar dari alam, kalau ranting, akar dan batu yang diam mampu memberi bantuan untuk para pendaki. Maka kita yg mampu bergerak haruslah lebih bisa memberi manfaat, ulurkan tanganmu karena itu sangatlah berharga. (Evivi)

Tak kenal teman atau tidak, tak pandang kawan atau lawan, tak tau se prodi atau tidak, tak beda anak JIMM dan bukan anak JIMM, semua bahu membahu, saling memotivasi, saling menguatkan untuk mencapai tujuan JOV 2016. (Fauzi)

#JIMMelangkah #JOV2016 #JIMMuncak

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

 

Advertisements

One thought on “Mengejar Mentari di Gunung Penanggungan – JIMM On Vacation 2016”

Comments are closed.