“Bolehkah Aku Cemburu Padamu?”

Oleh : Tata (alumni FEB UNAIR 2012)

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Ukhty, apa sih yang dimaksud dengan cemburu?

Ya, cemburu adalah iri atau keinginan untuk memiliki sesuatu yang dimiliki oleh orang lain. Memang pada hakikatnya iri itu tidak diperbolehkan dalam Islam karena dapat menimbulkan prasangka buruk (su’udzon) kepada Allah swt, sehingga pada akhirnya hilanglah rasa syukur kita terhadap nikmat apa yang telah kita miliki.

Dalm suatu riwayat disebutkan bahwa iri yang diperbolehkan ada 2, yaitu :

  1. Iri terhadap orang yang memiliki pemahaman terhadap Al-Qur’an dan mampu mengamalkannya.
  2. Iri terhadap orang yang berlimpah harta sedang ia membelanjakan hartanya di jalan Allah swt.

Kedua hal diatas adalah termasuk iri yang terpuji, keduanya jiaka dipahami secara mendalam memiliki makna yang sangat luas yang mencakup pada semua hal-hal yang baik. Namun, iri terhadap hal baik itu juga harus memiliki control yang tepat, jangan sampai rasa iri itu dapat mengurangi rasa syukur kita terhadap Allah swt bahkan selayaknya meningkatkan rasa syukur kita atas kebesaran Allah yang Maha Adil dengan menciptakan makhluk yang memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Sudah dijelaskan di awal bahwa iri pada dasarnya merupakan salah satu sifat madzmumah yang tidak boleh ada pada diri seorang muslim. Dalam surah Al-Qasas : 79-83 berkisah tentang Qorun yang memamerkan kemegahan harta yang dimiliknya kemudian orang-orang yang melihatnya merasa iri atas nikmat yang telah Allah limpahkan kepadanya kecuali orang yang berilmu saja yang tidak merasa iri karena mereka tahu kemegahan harta bukanlah hal yang dapat dicemburui. Lalu Allah tenggelamkan Qorun dan seluruh harta bendanya, hingga orang-oang yang kemarin iri atas apa yang ada padanya sadar dan bersyukur atas anugerah Allah yang telah ia miliki. Karena Negeri Akhirat diperuntukkan bagi orang-orang yang tidak menyombongkan diri dan tidak berbuat kerusakan.

Sekali lagi Allah menyampaikan dalam surah Al-Baqarah : 148 bahwa iri yang diperbolehkan adalah berlomba-lomba dalam hal kebaikan (Fastabiqul Khoirot).

Ukhty..

Sebagai seorang yang memiliki masa depan menjadi istri dari seseorang, sepantasnya kita sudah mempelajari tentang ilmu dalam berumahtangga karena setiap amal yang sempurna harus berlandaskan ilmu, terutama ilmu agama. Nah, dalam kajian ini kita hubungkan tentang cemburu. Jika orang berkata cemburu adalah bumbu dalam berumah tangga, itu ada benarnya memang. Jika seorang istri/suami tidak cemburu dengan pasangannya justru aneh dan perlu dipertanyakan, karena rasa cemburu itu sendiri merupakan salah satu lukisan dari rasa cinta dan kasih sayang. Bahkan dalam suatu riwayat dijelaskan bahwa Allah sampai melaknat seorang istri/suami yng tidak mencemburui pasangannya. Wallahu a’lam bisshowab.

Akhirul Kalam.

Wassalamu’alaikum Wr. Wb.

 

*) Resume dan ditulis kembali oleh tim kemuslimahan JIMM FST

#KISWAH

#Kemuslimahan_Ceriwis

#BidadariBeransel

#JIMM_Melangkah

Advertisements