#YukNyantri – Pesantren Masa Libur

Pesantren Masa Libur (PML) adalah suatu kegiatan yang diselenggarakan oleh JIMM yang merupakan program kerja dari Departemen Syiar. PML yang pada tahun ini mengambil nama Ma’had Ulul Albab, dalama Bahasa Indonesia kata Ulul Albab berarti kumpulan orang yang berilmu/berintelektual. Sesuai dengan namanya, kegiatan ini merupakan duplikasi dari pesantren, seperti ngaji, sholat jamaah, dibaan, dll. Para peserta kegiatan ini disebut sebagai santriwan dan santriwati seperti halnya pesantren. Dalam pesantren seorang santri tidak dituntut untuk menuntut ilmu saja (ta’lim), melainkan juga tawaduk kepada guru (ta’dim), dan di PML juga diterapkan dua nilai tersebut.

 

IMG_3935.jpg
Kegiatan sholat dan baca Al-Qur’an berjamaah

Kegiatan yang dilaksakan pada tanggal 13,14,15 Mei 2016 ini diketuai oleh Wasyiul Kurnia dan merupakan proker baru pertama di JIMM, dilaksanakan di Masjid Baiturrozaq SIER, Surabaya. Salah satu kajian yang ditekankan pada kegiatan ini adalah pengajian kitab Aqidatul Awwam. Kitab karangan Ahmad Marzukki ini merupakan sebuah kitab yang membahas tauhid untuk kalangan pemula/awwm. Di dalamnya dijelaskan mengenai sifat-sifat Allah dan Rasul, ada sifat wajib, mustahil, dan jaiz. Selain itu juga membahas tentang isra’ mi’raj dan kenabian Nabi Muhammad SAW. Dan alhamdulillah selama 4 kali pertemuan, pengajian yang dikaji oleh Mas Ariful Hakim ini mampu dikatamkan. Melalui pengajian tersebut, para peserta diharapkan mampu memahami dasar-dasar akidah Islam sehingga mampu menjadi umat muslim yang lebih sempurna.

IMG_3624.jpg
Saat pengajian Kitab Aqidatul Awwam

Selain pengajian Aqidatul Awwam, juga ada peningkatan ibadah Sunnah, antara lain sholat tahajud dan sholat dhuha. Para santri PML diwajibkan bangun jam 3 pagi untuk memulai kegiatan dengan sholat tahajud berjamaah, kemudian sholat shubuh. Seusai sholat shubuh dilakukan pembacaan surat Al-Waqi’ah secara berjamaah. Pukul 5 pagi dimulai pengajian Aqidatul Awwam sampai jam 6 pagi.

Pesantren selalu identik dengan kegiatan yang dilakukan secara berjamaah, mulai dari sholat, makan, tidur, bahkan mandi. Seperti halnya dalam PML ini, semua kegiatan dilakukan secara berjamaah, ini tak lain untuk meningkatkan ukhuwah dan keakraban sesama santri. Dalam meningkatkan ilmu tentang baca Al-Qur’an, juga diadakan tahsin yang diisi oleh Ahmad Fauzi dan Muhammad Kholil yang merupakan kafilah MTQM Universitas Airlangga. Di situ para santri diajarkan cara mengucapkan hurus hijaiyah mulai dari alif sampai ya’. Berhubung waktu yang terbatas, maka tidak banyak ilmu tajwid yang bisa disampaikan pada kesempatan tahsin tersebut.

IMG_3550

IMG_3854
Indanya kebersamaan

Dalam PML ini juga diadakan puncak peringatan Isra’ Mi’raj Nabi Muhammad SAW, walaupun sudah terlewat waktunya. Dalam peringatan tersebut diadakan dibaan yang diiringi oleh banjara Ulul Albab JIMM. Kemudian ada penyampaian mauidhoh khasanah oleh Ust. Afri yang membahas tentang bulan Sya’ban. Dalam ceramahnya beliau mengatakan, Mada fii Sya’ban?”, yang artinya ada apa di bulan Sya’ban. Bulan Sya’ban merupakan bulan turunnya firman Allah dalam Al-Qur’an surat Al-Ahzab ayat 56. Dalam ayat tersebut Allah SWT beserta malaikat-malaikatNya menyatakan bersholawat kepada Nabi Mumammad SAW, maka dari itu bersholawatlah kamu hai manusia kepada Nabi dan ucapkanlah salam penghormatan kepadanya.

Selain bulan sholawat, pada bulan Sya’ban Allah SWT mengangkat amal kita, maka dari itu manusia diperintahkan untuk berpuasa di bulan Sya’ban, tapi jumlah tersebut tidak boleh selama sebulan penuh. Itu juga bisa digunakan sebagai permulaan untuk menyambut bulan Ramadhan, agar saat tiba Ramadhan kita tidak kaget dan sudah terbiasa dengan puasa yang dijalani sebelumnya.

IMG_4002.jpg
Peringatan Isra’ Mi’raj

Kegiatan PML berakhir pada minggu, sebelumnya diadakan outbound santriwan dan santriwati secara terpisah. Itu tak lain bertujuan untuk meningkatkan kekraban sesama santri. Penutupan diisi dengan pembagian hadiah kepada santriwan terbaik diberikan kepada Salman Al-Maghribi dan santriwati Belinda. Selain itu juga disampaikan testimoni dari perwakilan santriwan oleh Aziz dan santriwati oleh Evivi Mashitoh.

Adanya acara Pesantren Masa Libur ini, diharapakan para peserta mampu menambah ilmu tentang agama khususnya aqidah. Selain itu para peserta juga diharapkan ta’dim dengan gurunya, karena dengan ta’dim kita dapat memperoleh barokah ilmu guru kita, barokah mempunyai arti ziyadatul khoir, yang bermakna bertambahnya kebaikan atas ilmu yang kita dapatkan. Sehingga dalam penerapannya kita mampu memahami ilmu, menerapkannya dalam kehidupan sehari-hari, dan akhirnya bisa mengajarkan ke orang lain. Semoga kegiatan baik semacam mampu dilestarikan di Fakultas Sains dan Teknologi sehingga mampu mendorong terwujudnya kampur UNAIR yang islami. Aamiin. (rhm)

Advertisements