Cahaya yang Mulai Redup

stock-photo-62696921.jpg

Oleh : Jega

Assalamu’alaikum Wr. Wb.

Bismillahirrahmanirrahim.

Assyhadu ‘alla ilaaha illallah Wa Assyhadu’anna Muhammadurrasulullah.

Ukhty fillah,

Banyak sekali keutamaan yang dapat dirasakan bagi seorang muslim/muslimah yang menghadiri majelis ilmu, diantaranya :

  1. Allah akan senantiasa memberikan ketenangan (sakinah).

Hati seorang muslim/muslimah yang sering menghadiri majelis ilmu akan merasakan ketenangan dalam hidup dan tidak mudah merasa gundah atau galau.

  1. Allah akan melimpahkan rahmat (kasih sayang) –Nya.
  2. Malikat-malaikat membentuk Shaf berlapis-lapis hingga mencapai langit seraya beristighfar.

Alangkah indahnya pemandangan di majelis ilmu yang diatasnya ada ribuan malaikat yang membentuk barisan laksana cahaya yang berlapis-lapis dengan sayap yang menaungi majelis ilmu.

  1. Seluruh semut, nyamuk, dan tumbuhan yang menyaksikan akan memintakan ampunan kepada Allah SWT.
  2. Nikmat sehat dan kemudahan.

Kesehatan dan kemudahan yang diberikan Allah kepada orang yang menghadiri majelis ilmu tidak lain bertujuan agar hati selalu dipenuhi rasa syukur. Karena meskipun kita melakukan amalan shaleh apapun itu adalah merupakan karunia Allah SWT yang menggerakkan hati dan raga kita.

Demikian luar biasanya manfaat yang dapat diperoleh dari menghadiri majelis ilmu, semoga kita senantiasa digolongkan sebagai orang-orang yang ringan hati dan raganya dalam menghadiri majelis ilmu. Aamiin..

Cahaya yang mulai redup…

Apasih sebenarnya yang dimaksud cahaya dalam konteks ini??

Ada banyak aspek yang dapat dikaitkan dari kata cahaya ini, iman, akhlaq, dan ilmu. Yang jika kita lihat dari sudut pandang musimah saat ini dapat kita lihat dari cara berpakaian atau menutup aurat. Karena sejatinya menutup aurat itu merupakan sebuah perintah dari Allah yang harus kita patuhi sebagai seorang muslim yang beriman, dan menutup aurat inilah cerminan keimanan kita yang dapat dilihat sebagai akhlaq kita. Akan tetapi seiring perkembangan zaman dapat kita lihat saat ini kepercayaan diri muslimah dalam menutup aurat dalam hal ini yaitu mengenakan jilbab mengalami kemajuan dan juga kemunduran. Dikatakan mengalami kemajuan karena pada zaman dahulu perempuan dilarang memakai jilbab ketika ke sekolah akan tetapi saat ini sudah tidak ada larangan dalam mengenakan jilbab justru semakin banyak para hijabers dengan berbagai model jilbab modern yang cantik. Akan tetapi bisa juga dikatakan mengalami kemunduran karena saat ini dengan semakin mudahnya budaya barat masuk dan mempengaruhi budaya kita yang akhirnya banyak muslimah yang dalam budaya berpakaiannya mengikuti gaya pakaian budaya barat dan tidak mengenakan jilbab. Kemunduran tidak hanya dilihat dari segi budaya yang mempengaruhinya tetapi juga dari tanggapan muslimah ketika ditanya “kenapa tidak memakai jilbab?” dan dengan jawaban yang singkat “belum siap” para mslimah menjawabnya. Bahkan ada yang berpendapat bahwa “seorang muslimah yang tidak  memakai jilbab pun tetap seorang muslimah karena pada hakekatnya keimanan itu kepada Allah dan seorang muslimah yang berjilbab pun bisa dikatakan seorang non muslim”. Sebagai sesame muslim haruslah kita meluruskan pendapat tersebut karena menutup aurat adalah suatu kewajiban yang diperintahkan oleh Allah SWT., dan jika kewajiban ini masih belum dilaksanakan artinya keimanan seoran muslim masih perlu dipertanyakan.

Kemudian ada juga orang yang berpendapat “mendingan mana antara perempuan yang berkerudung tetapi akhlaqnya masih tidak baik dengan perempuan yang tidak berkerudung tetapi akhlaqnya baik”.

Jika kita pahami pernyataan tersebut mana yang aka kita pilih?, perempuan yang berkerudung walaupun akhlaqnya belum baik. karena menutup aurat yang dalam hal ini adalah memakai kerudung adalah sebuah kewajiban bagi orang Islam. Jika kita hubungakan dengan Keimanan dan Keislaman serta perilaku maka dapat kita lihat bahwa menutup aurat adalah bagian dari keimanan seorang muslim sedangkan kebaikan merupakan perilaku seorang muslim. Ibarat sebuah mobil, keimanan dan keislaman adalah roda dan mesin sedangkan perilaku adalah aksesoris mobil itu. yang artinya apabila seorang muslim beriman tetapi masih berperilaku tidak baik ibarat mobil yang dapat berjalan dengan mesin dan roda tetapi tidak beratap dan tidak memiliki keindahan sedangkan orang yang memilki perilaku baik akan tetapi tidak memiliki keimanan maka hanya di ibaratkan sebagai aksesoris mobil. Yang artinya antara keimanan dan keislaman serta perilaku baik harus saling melengkapi agar menjadi seorang muslim yang benar-benar muslim baik lahiriyah maupun batinyah.

Jika kita tengok lagi ke masa Islam di zaman dahulu yang memilk peradaban Islam yang sangat maju dengan para ilmuan-ilmuan muslim seperti, Al-Khawarizmi dengan ilmu Ajabar, Al- Batani dengan ilmu Astronomi, Al-Jazari dengan ilmu penemuan robot gir an piston, Harun Al-Rasyid dengan Baitun Ni’mah (Perpustakaan di Bagdad) yang kemudian diserang oleh Bangsa Mongol dan buku-buku di perpstakaan tersebut dibuang sampai memenuhi sungai Tigris yang sampai bisa dilewati oleh kuda dan banyak ilmuan-ilmuan lain yang banyak menciptakan karya karya berupa ilmu yang dapat kita pelajari saat ini yang ilmu itu berdasarka Al-Qur’an dan Al-Hadist.

Peradaban Islam saat ini makin menurun dan peradaban tidak akan bangkit tanpa adanya ilmu atau tanpa didasari oleh keilmuan. Ilmu yang dimaksud disini adalah ilmu yang didasarkan oleh Al-Qur’an dan Al-Hadist. Profesor Alatas mengatakan bahwa  Kemunduran peradaban Islam dikarenakan hilangnya adab. Adab meliputi pemikiran kita, gerak kita, dan kematangan jiwa kita. KH. Hasyim Asy’ari mengatakan “ Barang siapa tidak memilki adab maka dia juga tidak punya iman, tauhid (yang sempurna) dan tidak melaksanakan syariah”. Oleh karena itu sangatlah penting adanya ilmu dan adab, sehingga yang dimaksud Cahaya yang muli redup, cahaya itu adalah ilmu dan adab. Agar Cahya tidak redup maka kita harus memperbaiki adab dan memperbanak ilmu.

Sepuluh pesan untuk muslimah dari Aid Al-Qarni yaitu:

  1. Menjaga keimanan kepada Allah SWT.
  2. Memelihara sholat 5 waktu dan menjaga wudhu.
  3. Bersyukur kepada Allah dan menjaga Aurat.
  4. Taat pada suami.
  5. Mendidik anak agar menjadi anak yang sholeh sholehah.
  6. Tidak berdua-duaan bersama laki-laki yang bukan muhrim.
  7. Tidak menyerupai laki-laki.
  8. Tidak menyerupai perempuan non-muslim.
  9. Mengajak ke kebaikan.
  10. Memelihara hati dan menghargai waktu.

Sepuluh pesan tersebut ditujukan kepada muslimah maka marilah kita berusaha menjadi muslimah yang baik yang menjaga agar cahaya tetap terang dan peradaban Islam kembali maju dengan generasi-generasi penerus Islam yang baik, yang InsyaAllah lahir dari wanita-wanita muslimah yang sholehah.

 

 

Advertisements