Mutiara di Akhir Zaman (KISWAH)

Assalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

1457877850358.jpg  Jum’at adalah hari yang istimewa bagi umat muslim. Banyak peristiwa penting yang terjadi di hari Jum’at dan banyak pula amalan Sunnah yang dianjurkan untuk dilaksanakan di hari Jum’at. Di hari Jum’at, para muslim berbondong-bondong ke masjid untuk melaksanakan Sholat Jum’at. Begitu pula di FST, mulai dari mahasiswa, karyawan hingga dosen berdatangan memenuhi Masjid Ulul Albab FST.

          Hmm… tapi yang sholat Jum’at kan cowok aja nih. Trus yang cewek ngapain? Gabut pasti ya? Nah, para muslimah. Jangan kuatir gabut ya, because we have a special event for you ^^

KISWAH: Special for Muslimah

          Departemen kemuslimahan JIMM punya acara istimewa nih buat para muslimah untuk mengisi kekosongan waktu. Apa itu? Yup, benar sekali. Kajian Islam Wanita Muslimah populernya disebut KISWAH. Acara kajian ini seru lho guys. Kita nggak bahas yang serius-serius amat. Santai tapi kita bisa dapet teman baru, ilmu baru yang insya Allah bermanfaat, dan kita bisa curcol (curhat colongan-red) lewat tanya jawab dengan pemateri. Yang lebih seru nih, pematerinya adalah mbak-mbak yang rata-rata alumni dari UNAIR sendiri. So, kita bisa sharing-sharing banyak dan berbagi pengalaman tanpa rasa malu-malu ^^

KISWAH 1437 #1 : Mutiara di Akhir Zaman

          KISWAH perdana pada Jum’at, 11 Maret 2016 di Ruang 324  kali ini mengangkat tema Mutiara di Akhir Zaman yang disampaikan oleh Ukhti Ambarwati.

          Apa sih  Mutiara di Akhir Zaman? Di dalam pikiran kita mungkin akan terlintas pertanyaan itu dan kemudian mencoba menebak-nebak. Nah, sahabat muslimah, mutiara itu tak lain dan tak bukan adalah seorang muslimah. Lalu, muslimah yang seperti apa? Cukupkah hanya sebatas menyandang status sebagai seorang muslimah saja dapat disebut sebagai Mutiara di Akhir Zaman? Tentu tidak sahabat muslimah karena Mutiara di Akhir Zaman adalah seorang muslimah yang selalu memegang teguh prinsip ketauhidan, akhlaknya memesona, pandai menempatkan diri dan mampu menjadi rahmatan lil alamin. Lalu bagaimana caranya agar kita senantiasa menjadi mutiara yang tetap bersinar di zaman akhir ini? Caranya adalah kita harus tetap menjaga keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT agar niat kita tetap lurus, sebagaimana dalam QS Hud : 112 yang artinya “Tetap luruslah engkau sebagaimana diperintahkan kepadamu”. Hal yang dapat menggoyahkan niat kita adalah hawa nafsu yang berasal dari diri kita sendiri. Oleh karena itu, kita harus senantiasa menjaga niat, baik itu di awal, dalam proses maupun di akhir segala aktivitas kita.

          Di saat tertentu, kita pasti pernah merasa keimanan kita goyah dan menurun. Bagaimana cara mengatasinya? Memang menurunnya iman sifatnya manusiawi karena hampir semua orang mengalaminya. Tetapi jangan sampai di saat menurunnya iman kita lalu kita meninggalkan kewajiban-kewajiban kita. Oleh karena itu, kita harus meningkatkan ibadah kita terutama dengan menambah amalan-amalan Sunnah di saat keimanan kita sedang terjaga. Nah, saat keimanan kita berada di level terbawah, maka kita tidak akan sampai meninggalkan kewajiban kita sebagai seorang muslimah. Selain itu sahabat muslimah, amalan-amalan Sunnah yang kita kerjakan itu akan menjadi sayap bagi kita untuk terbang ke level tertinggi dan menjadi Mutiara di Akhir Zaman. Maukah kamu menjadi salah satu Mutiara di Akhir Zaman? Bareng-bareng istiqomah, yuk. (mar/ctr)

Wassalamu’alaikum warahmatullahi wabarakatuh

Advertisements