LGBT Sebuah Fenomena (Kajian Tematik)

Assalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

P_20160310_163009.jpg       Dapartemen Syiar JIMM FST mengadakan Kajian Tematik (KOMIK) pada hari Kamis, 10 Maret 2016 dengan mengusung tema “LGBT sebuah Fenomena”. Kali ini materi disampaikan oleh Pak Sediono dosen statistika sekaligus mantan dekan Fakultas Sains dan Teknologi Universitas Airlangga.

Fenomena Lesbian Gay Biseksual Transgender  masih marak hingga saat ini, bahkan keberadaanya sudah merambah ke dunia perkuliahan di Indonesia. Indonesia yang merupakan negara berdasarkan Pancasila dan berasaskan demokrasi seakan dilema untuk mengatasi permasalahan LGBT ini, karena di samping banyak seruan masyarakat untuk menolak penetapan undang-undang LGBT, tidak sedikit pula komunitas LGBT yang mendukung untuk menetapkan undang-undang tentang kebebasan LGBT.

Berbeda dengan negara yang berlandaskan hukum Islam yang melarang keras LGBT, karena sudah dijelaskan oleh Allah SWT dalam Al-Qur’an bahwa makhluk hidup diciptakan secara berpasang-pasangan yaitu laki-laki dan perempuan. Pernyataan tersebut sudah dijelaskan oleh Allah SWT berabad-abad yang lalu, dan kebenarannya tidak dapat diragukan lagi. Karena kitab AL-Qur’an merupakan kitab yang akan terus dijaga kesuciannya sampai hari akhir. Oleh karena itu kebenaran Islam juga tidak boleh diragukan karena bersumber dari Al-Qur’an. Di dalam Al-Qur’an dijelaskan dalam Surat Ali Imran ayat 19 yang artinya “Sungguh, agama yang paling diridhai Allah adalah agama Islam”.

LGBT merupakan fenomena-fenomena masyarakat yang sudah dibudidayakan di negara-negara Sekuler seperti Amerika dan Eropa karena mereka berlindung dibawah kebebasan yang bernama Hak Asasi Manusia (HAM). Mereka menggunakan dalil keadilan untuk melegalkan perbuatan LGBT. Seperti halnya dalam surat Al-Maidah ayat 8 yang menyuruh manusia untuk berlaku adil kepada siapapun. Tapi disini bukan permasalahan adil atau tidak, kita dianjurkan bertoleransi hanya dalam muamalah bukan akidah.

Allah SWT telah menceritakan kisah kaum Nabi Luth yang diazab dengan bencana yang amat dasyat karena perbuatannya yang keji yaitu penyuka sesame jenis. Saat Nabi Luth berkata kepada kaumnnya untuk meninggalkan perbuatan keji tersebut mereka malah menjawab dalam Surat Hud ayat 79 yang artinya “Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap puteri-puterimu, dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki”.

Menyikapi kasus LGBT ini orang-orang Non Islam mereka ingin diakui keberadaannya,  Yahudi dan Nasrani adalah saudara orang muslim tetapi mereka mendukung, LGBT merupakan proker Yahudi. Padahal secara rasional LGBT bukanlah sebuah hak, melainkan sebuah penyelewengan. Dalam konteks ini LGBT mewarisi kegiatan kaum nabi Luth. Akibat dari adanya LGBT yang paling sering muncul bahkan yang paling berbahaya dampaknya adalah tersebar nya penyakit HIV/AIDS.

1457877870643.jpg
Suasana KOMIK

Lalu bagaimana sikap kita sebagai mahasiswa yang hidup di kampus dengan kebebasannya?. Kita sebagai mahasiswa yang berilmu dan beradab selayaknya bersikap yang bijaksana terhadap penderita LBGT. Jika teman kita ada yang terjangkit penyakit tersebut, kita tak lantas menghindar dan mengucilkan dari pergaulan karena kita hidup di jaman modern dimana ada komunitas sosial yang nyata dan komunitas media sosial. Kita selayaknya mengajak teman yang terjangkit tersebut untuk kembali kepada jalan yang benar, diarahkan dengan pengetahuan agama yang lebih baik agar mereka sadar bahwa perbuatan yang dilakukan tersebut merupakan hal yang dilarang agama sehingga mereka menjauhinya.

Sikap kita dalam menyikapi hal tersebut adalah kita harus memperhatikan baik-baik keadaan sekitar. Orang Islam menolak tegas adanya LGBT karena hal itu jelas-jelas dilarang oleh agama. Selain itu kita harus bisa mencegahnya dengan cara benar-benar jangan dibiasakan. Pertebal iman kita, karena syetan adalah musuh terbesar dan nyata.

Semoga kajian ini bermanfaat untuk kita semua. Amiin

Wassalamu’alaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

(Uliz)

editor (rhm)

Advertisements