Indah Pacaran setelah Pernikahan dan Pergaulan dalam Islam

Kajian Tematik, JIMM FST UA “Indah Pacaran setelah Pernikahan dan Pergaulan dalam Islam”
Tanggal : 29 September 2014
Oleh : Ustad Afri Ardianto

A. TEKS AYAT

وَابْتَغِ فِيمَا آتَاكَ اللَّهُ الدَّارَ الآخِرَةَ وَلا تَنْسَ نَصِيبَكَ مِنَ الدُّنْيَا وَأَحْسِنْ كَمَا أَحْسَنَ اللَّهُ إِلَيْكَ وَلا تَبْغِ الْفَسَادَ فِي الأرْضِ إِنَّ اللَّهَ لا يُحِبُّ الْمُفْسِدِينَ

B. TERJEMAH AYAT

Dan carilah pada apa yang telah dianugerahkan Allah kepadamu (kebahagiaan) negeri akhirat, dan janganlah kamu melupakan bahagianmu dari (kenikmatan) duniawi dan berbuat baiklah (kepada orang lain) sebagaimana Allah telah berbuat baik kepadamu, dan janganlah kamu berbuat kerusakan di (muka) bumi. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berbuat kerusakan

Inti sari firman Allah dalam surah al qashas ayat 77:
1. Allah memerintahkan kepada kita bahwa harus mencari karunia Allah SWT berupa kehidupan kelak di akhirat
2. Akan tetapi jangan lupakan nasibmu atau bagian kehidupan duniamu

Jadi dapat diambil kesimpulan bahwa Allah SWT memerintahkan manusia untuk mendahulukan kepentingan akhiratnya tetapi tidak melupakan kepentingan duniawinya. Jadi kepentingan pertama yang kita kejar adalah kepentingan akhirat dan yang ke dua adalah kepentingan duniawi.

Ketika kita telah mendapatkan kepentingan dunia maka niatkanlah kepentingan duniawi itu untuk kehidupan kelak di akhirat. Jadi hidup yang kita jalani adalah untuk akhirat dan apapun yang kita lakukan juga untuk akhirat.

Dalam kitab Al imam Ghazali mengatakan bahwa seseorang kepada saudara, teman, sahabatnya mempunyai dua tugas. Nabi Muhammad SAW bersabda (dalam hadist ke 19 dari kitab arbai al nawawi) “bertakwalah kalian kepada Allah SWT di manapun juga dan ikutilah atau iringilah perbuatan buruk itu dengan perbuatan baik kalian, karena perbuatan yang kalian lakukan itu akan menghapuskan perbuatan buruk yang kalian lakukan . Allah menegaskan dalam alquran “Sesungguhnya perbuatan baik itu menghapuskan perbuatan-perbuatan keji yang kita lakukan”. Contoh dalam kehidupan sehari hari adalah ibadah sholat wajib 5 waktu, tentu dalam melakukan ibadah sholat wajib 5 waktu kita tidak bisa benar-benar 100% khusyuk dalam ibadah pasti banyak kekurangan yang kita lakukan maka sempurnakanlah ibadah sholat wajib itu dengan sholat sunnah, karena itu dapat menutupi kekurangan ibadah wajib kita. Hadist tentang kode etik “dan bergaulah kalian bersikaplah kalian dengan sesama makhluk dan sesama manusia dengan akhlah yang baik” , dalam hal ini Allah benar-benar memperhatikan hubungan antar makhluknya karena itu juga bagian dari ketakwaan. Karena sesungghnya Islam itu merupakan akhlak yang baik, rasulullah bersabda “seorang muslim yang sempurna imannya adalah seorang laki-laki muslim dan perempuan muslimah yang mana saudaranya, tetangganya, temannya ,orang-orang disekitarnya terbebas dari gangguan, inilah bagian dari akhlak”. Karena tujuan utama rasulullah di muka bumi ini adalah bukanlah untuk menegakkan pemerintahan islam melainkan untuk menyempurnakan akhlak yang mulia. Isri Beliau, Aisyah pernah ditanya oleh sahabat nabi tentang bagaimana akhlak Beliau,kemudian Aisyah menjawab bahwa akhlak Nabi Muhammad SAW adalah Al Quran. Dalam riwayat hadist yang lain mengatakan bahwa Rasulullah SAW adalah Al Quran yang berjalan di muka bumi, ini semua karena begitu indahnya akhklah Rasulullah SAW. Al quran mengajarkan hubungan kita dengan Allah, bagaiman a Al Quran mengajarkan dengan sesame teman kita (perempuan atau laki-laki) atau dengan lawan jenis,bahkan dengan binatang, tumbuhan, tu semua membutuhkan akkhlak.
Syarat menentukan sahabat atau teman yang dekat
• Jujur yaitu senantiasa berjalan pada keadaan yang benar juga baik dan dia adalah orang yang jujur. Allah SWT berfirman dalam al quran “dan jadilah engkau senantiasa bersama orang-orang yang senantiasa melakukan kebaikan. Ketika kita selalu bersama dengan orang=orang yang melakukan kebaikan maka hal ini dapat menjaga kualitas keimanan kita. Nabi Muhammad SAW bersabda “Sesorang itu tergantung dengan agama temannya maka lihatlah dengan siapa kalian berteman. Saydina Ali Bin Abi Thoib pernah berkata “aku tidak perlu mengenal engkau lebih dekat, cukup katakana siapa temanmu maka aku tau siapa engkau”. Jadi dari melihat dengan siapa kita dia berteman kita sudah tau siapa dia.

Para ulama selalu membicarakan tentang ilmu, agama, dan Allah, bahkan ketika membicarakan tentang cinta,pasti tertuju pada Allah. Kita sering mendengarkan ungkapan Imam Nawawi yang berbunyi “aku mencintaimu karena agama yang ada pada dirimu jika hilang agama pada dirimu maka hilang juga cintaku padamu”. Ketika kita mendengar kalimat seperti itu pasti konotasi kita langsung menuju hubungan yang mengarah antara laki-laki dan perempuan. Padahal jika kita perhatikan bahwa Imam Nawawi meninggal dalam usia 42 tahun dan ketika beliau meninggal,beliau belum menikah . artinya ungkapan beliau “Aku mencintaimu karena agama yang ada pada dirimu” itu adalah ditujukan pada sahabat-sahabat beliau dalam menuntut ilmu, artinya persahabatan,pertemanan, perkawanan yang diasas oleh Rasulullah SAW dan dilanjutkan oleh para ulama-ulama itu adalah persahabatan yang tidak ada motif lain selain karena Allah dan Rasulullah. Namun dalam era kehidupan sekarang ketika membahas tentang cinta pasti tertujunya pada hubungan laki-laki dan perempuan.
Kata Imam Nawawi jika engkau ingin mencari teman maka engkau harus memperhatikan 5 hal, yaitu :
1. Hendaklah engkau tidak berteman pada orang yang rakus atau tamak terhadap urusan dunia. Seorang sahabat nabi pernah berkata bahwa musuh yang berakal lebih baik kedudukannya daripada seorang teman yang cinta pada dunia. Dalam agama islam makna seorang teman bukan hanya teman biasa melainkan sahabat hidup yang bisa mengantarkan kita untuk selalu dekat dengan Allah SWT. Maka pesan dari nabi Muhammad SAW adalah selalu landasi hubungan pertemana atau persahabatan mu hanya untuk Allah SWT, karena jika engkau melandasi hubungan pertemanan itu murni karena rasa cinta kepada Allah SWT maka kelak engkau akan mendapatkan mimbar-mimbar yang terbuat dari emas dan dalam keadaan yang paling tinggi. Hubungan pertemanan yang baik seperti ditunjukkan oleh sahabat nabi yaitu Umar bin As dengan Abdullah Bin Abbas, mereka seumuran dan ketika saling bertemu mereka saling mencium tangan. Kemudian Abdullah Bin Abbas bertanya kepada Umar Bin Amr Bin As “mengapa engkau mencium tanganku wahai Umar Bin Amr?” kemudian Umar Bin Amr Bin As menjawab “karena engkau adalah keluarga Rasulullah SAW dan demikianlah kami diajari untuk menghormati keluarga Rasulullah SAW.” Kemudian Abdullah Bin Abbas mencium balik tangan Umar Bin Amr Bin As, lalu seketika itu pula Umar bertanya “mengapa kamu mencium tangan ku, aku tidak pantas engkau perlakukan seperti ini”. Lalu Abdullah Bin Abbas menjawab “karena engkau adalah ahli ilmu demikianlah kami diajari untuk bersikap menghormati oleh ahli ilmu “. Demikianlah sikap saling mencintai antara satu sahabat dengan sahabat yang lainnya karena tidak ada latar belakang atau motif lain selain hanya karena Allah SWT dan Rasulullah SAW.

2. Janganlah engkau bersahabat dengan orang yang buruk tingkah lakunya dan akhlaknya. Orang yang buruk akhlaknya adalah orang yang tidak bisa mengendalikan dirinya ketika dalam keadaan marah dan menuruti hawa nafsunya. Kata Rasulullah SAW dalam sebuah hadist “sesungguhnya seseorang yang kalian benci adalah pemuda yang ketika marah sangat berlebihan atau penuh dengan permusuhan”. Contoh dari orang yang seperti itu adalah orang yang pada mulanya pendiam tapi ketika ada masalah sedikit dengan temannya maka selalu memusuhi temannya terlalu berlebihan hingga tidak menyapa selama 3 hari 3 malam, menganggap temennya itu musuh hingga tujuh turunan. Rasulullah sangat membenci orang-orang seperti itu. Rasullullah bersabda dalam sebuah hadis “tidak halal bagi seorang muslim untuk mendiamkan saudaranya melebihi 3 malam”.
Telah dihimpun oleh ulama bernama al akom ketika memberi nasehat kepada putranya, beliau mengatakan “Hai nak, jika engkau ingin bersahabat dengan seorang manusia bersahabatlah dengan seseorang yang jika engkau melayani dia dan berkorban untuk maka dia akan selalu menghargai usahamu. Dan ketika engkau bersahabat dengannya dirimu itu menjadi lebih mulia. Dan jika engkau duduk bersamanya engkau mendapatkan manfaat”. Rasulullah juga pernah ditanya “ siapakah ya Rasulullah sebaik-baiknya sahabat bagi kami? Siapakah sebaik-baik teman bagi kami? “ lalu Beliau menjawab “sahabat terbaikmu adalah sesorang yang ketika engkau duduk bersamanya tidak ada yang dibahas selain Allah SWT, ketika engkau duduk bersamanya menjadikan engkau semakin dekat dengan Allah SWT, ketika engkau melihat wajahnya seketika itu pulalah engkau ingat pada Allah SWT”. Inilah pesan dari Rasulluah yang dapat kita jadikan bekal dan pedoman untuk mencari sahabat dunia akhirat.

3. Jangan bersahabat dengan teman yang fasikh
Jangan berteman dengan teman-teman yang melakukan dosa besar dan bangga melakukan hal-hal maksiat . Namun berbeda ketika seorang teman yang telah melakukan dosa besar lalu bercerita kepada kita dan ingin memperbaiki diri maka kita wajib mengantar dan mengarahkan dia supaya dia menjadi dekat dengan Allah SWT.
4. Tamak terhadap urusan dunia
5. Jangan engkau bersahabat dengan orang yang pendusta, suka berbohong, dan suka menipu
Hal-hal diatas merupakan pedoman kita dalam menjalin hubungan pertemanan antara laki-laki dengan laki-laki dan perempuan dengan perempuan. Sekarang kita lanjutkan dengan membhasa batasan islam antara laki-laki dan perempuan . Di antara kesempurnaan islam ,silam mengajarkan segala sesuatu tentang kehidupan mulai dari urusan kenegaraan, urusan ke kamar mandi , urursan suami istri dan termasuk hubungan antara laki-laki dan perempuan . Bahkan dalam suatu keadaan di mana antara dua orang yaitu laki-laki dan perempuan kemudian si laki-laki tiba-tiba merasakan suatu perasaan pada si perempuan maka hukum fikih telah mengaturnya. Itulah islam, yang mengkaji segala bentuk persoalan dalam berbagai aspek kehidupan.
Di dalam islam kita tahu bahwa berduan di tempat yang sepi (khalawat) antara laki-laki dan perempuan adalah haram hukumnya. Hadits dari Ibnu Abbas:”Aku pernah mendengar Rasulullah berkhutbah, di dalam khutbahnya beliau berkata: “Tidak boleh berkhalwat seorang laki-laki dan seorang perempuan kecuali didampingi oleh salah seorang mahram. Dan tidak boleh keduanya keduanya berpergian tanpa ada mahram yang menyertai mereka”. Kemudian salah seorang sahabat bertanya kepada beliau: “Ya Rasulullah, istriku hendak berangkat menunaikan ibadah haji, sedang aku sendiri telah bertekad untuk menyertaimu dalam beberapa peperangan”. Rasulullah berkata:”Pergilah! Dampingi istrimu menunaikan haji, tinggalkan peperangan!” (HR. al-Bukhari dan Muslim). Dari hadist ini maka ulama fikih mengatakan bahwa khalawat antara seorang laki-laki dan perempuan tanpa disertai dengan mahram adalah haram, walaupun pada dasarnya keduanya tidak melanggar ajaran islam karena larangan ditujukan pada perbuatan khalawatnya. Namun hukum fikih memberikan kelonggaran antara laki-laki dan perempuan yang bukan muhrim untuk saling bertemu dalam suatu forum namun dalam keadaan tertentu dan tentunya dengan syarat tertentu pula.misal syaratnya yaitu dipisahnya tempat duduk antara laki-laki dan perempuan, lalu dipastikan tidak adanya bersinggungan badan sekalipun terkena baju.
Lalu bagaimanakah tentang pacaran dalam islam? Dalam teks-teks islam sekalipun hadist tidak ada pembahasan tentang pacaran, maka fikih mentafsirnya tentang definisi pacaran itu apa dan apa yang dilakukan dalam pacaran. Dalam realita kehidupan pada umumnya pacaran identic dengan sikap bergandengan tangan, berboncengan dan lain sebagainya. Ada hadist Rasulullah yang menjelaskan haramnya laki-laki dan perempuan seperti kutipan berikut “lebih baik di tusuk paku kepala kalian daripada kalian menyentuh tangan seorang peremupuan yang bukan muhrimu, lebih baik kalian berkelahi (bergulung-gulung) dengan seekor babi yang berlumuran lumpur daripada kalian harus berdempetan atau bersinggungan dengan seorang wanita yang bukan mahrammu”. Maka jelaslah bahwa hubngan yang seperti itu hukumnya adalah haram.
Kemudian bagaimana dengan ta’aruf? Dari teks hadist dan teks-teks al quran yang ada tidak ditemukan dasar dari ta’aruf . karena ta’aruf itu sendiri adalah hasil modifikasi bagaimana bisa berkenalan namun tetap diperbolehkan dalam syriat islam tapi karena ini merupakan ijtihad dari manusia maka dalam perjalannya pasti mayoritas akan terjadi pembiasan dari makna ta’aruf yaitu legalitas pacaran dalam ta’aruf. Maka dari itu islam memberi solusi jika seorang laki-laki ingin menikah dengan seorang perempuan yaitu adanya nadhor yaitu di mana pihak laki-laki dating ke pihak perempuan untuk melihat sifat perempuan yang bersangkutan atau melalui orang-orang terdekat. Itulah yang dilakukan para sahabat nabi yaitu dengan mengirimkan utusan untuk mencari tahu siapa dia,bagaimana dia atau dengan cara berkunjung langsung di rumahnya. Dalam hukum fikih ketika ada seorang laki-laki yang datang ke rumah seorang perempuan kemudian si ayah perempuan itu memanggil si perempuan lalu si perempuan itu ke luar mengantarkan minuman dan seketika itu pula kembali ke dalam, itulah ukuran seorang laki-laki melihat seorang perempuan yang ingin dikenali lebih jauh lagi. Dalam islam nadzhor lebih menjaga daripada ta’aruf. Demikian solusi yang ditawarkan dari islam melalui hadist-hadist.
Indahnya pacaran setelah menikah, dalam faidah fikih mengatakan “barang siapa yang terburu-buru atau tergesa-gesa untuk mendapatkan sebuah kenikmatan yang belum pada saatnya maka Allah haramkan dia mendapatkan kenikmatan jika dating saatnya”. Jadi jika dibungkan dengan pacaran adalah kebahagian seorang laki-laki dan perempuan itu adalah setelah menikah bukan ketika pacaran. Contohnya ketika orang pacaran misalnya selama 10 tahun lalu kemudian menikah, setelah 2 hari maka hilanglah kebahagiaan itu, karena kebhagiaan itu telah diambil dan dinikmati terlebih dahulu . Allah hukum dia dengan pencegahan datangnya kenikmatan itu karena telah dating pada waktu yang tidak seharusnya. Maka dapat di ambil kesimpulan bahwa pacaran setelah menikah itu akan terasa lebih indah dan bahagia ketika sebelumnya belum mengalami pacaran .

Advertisements