MENUNDA AKTIVITAS = MENUMPUK KESULITAN !!

MENUNDA AKTIVITAS = MENUMPUK KESULITAN !

Assalamu’alaykum wr. wb….

Wah, tak terasa ya sudah masuk semester baru nih. Senangnya. Oh ya, sebelumnya admin minta maaf karena hampir 2 minggu ini admin tidak update artikel. Maaf bangeeett >.< Tapi sebagai gantinya , admin akan mengupdate 2 artikel sekaligus dalam seminggu. InsyaAllah artikel – artikel ini berguna banget buat teman – teman. So, jangan lupa CHECK THIS OUT ya ^_^

Di artikel pertama minggu ini, admin ingin membahas tentang perilaku menunda aktivitas. Perilaku menunda aktivitas adalah salah satu penyakit yang sering tidak disadari oleh kita semua, termasuk oleh mahasiswa seperti kita ini. Padahal , setiap kali seseorang menunda suatu aktivitas yang telah direncanakan pada waktu yang telah direncanakan, berarti hanya menumpuk kesulitan bagi dirinya.

Contohnya, pada hari Senin pagi di kampus ada pengumuman bahwa ujian mata kuliah Kalkulus akan diselenggarakan pada hari Kamis yang akan datang. Mengingat bahwa bahan ujian Kalkulus cukup banyak, Anda sebagai mahasiswa langsung berniat untuk segera belajar dan mempersiapkan diri menghadapi ujian tersebut. Namun sesampainya di rumah, bisa jadi Anda berpikiran seperti ini : “Wah, baru juga hari Senin. Nanti saja hari Selasa”. Besoknya, pas hari Selasa Anda berkata lagi seperti ini : “Hmm, kalau misalnya belajar hari ini nanti lupa. Mendingan belajar pas malam Kamis aja, biar inget. Begadang juga nggak apa – apa . Lagian kan udah biasa SKS alias Sistem Kebut Semalam. Toh kemarin waktu ujian Biologi belajarnya juga SKS, tapi nilainya bagus – bagus aja tuh!”. Kemudian, malam Kamis pun tiba. Anda sudah bersiap – siap belajar untuk ujian besok. Namun, ternyata tiba – tiba lampu mati. Subhanallah, Anda tidak dapat belajar. Ujian pun dilalui dengan tangan kosong, tanpa persiapan apapun. Boleh jadi Anda memang memiliki kemampuan belajar yang luar biasa dengan cara SKS. Namun, perlu diingat bahwa manusia itu lemah. Tidak tahu secara pasti apakah pada malam Kamis listrik akan padam atau tidak. Bila pada hari-hari sebelumnya anda meluangkan waktu untuk belajar, pasti akan lain lagi ceritanya. Duh duh duh , menyulitkan sekali ya jika kita sampai menunda – nunda aktivitas.

Lalu,  sebenarnya apa sih yang menjadikan seseorang menunda – nunda untuk melakukan aktivitas yang sebenarnya dapat dilakukannya. Dan sebenarnya apa saja solusinya. Berikut adalah penjelasannya:

1.       Sifat Thulul Amal (Panjang angan – angan)

 Contoh orang yang memiliki sifat ini adalah orang yang sering mengatakan “Ah, nanti saja lah. Kan masih ada waktu” Atau mengungkapkan pernyataan lain dengan mengangankan nanti masih ada waktu. Padahal realitanya , kematian itu bisa menjemput kapan saja. Seperti firman Allah dalam surah Al Jumu’ah ayat 8

Katakanlah: “Sesungguhnya kematian yang kamu lari daripadanya, maka sesungguhnya kematian itu akan menemui kamu, kemudian kamu akan dikembalikan kepada (Allah), yang mengetahui yang ghaib dan yang nyata, lalu Dia beritakan kepadamu apa yang telah kamu kerjakan.”  

Nah,  orang yang seperti contoh di atas disebut sebagai orang yang memiliki sifat panjang angan – angan atau Thulul Alam . Untuk menghindari sifat Thulul Amal caranya adalah dengan menancapkan keyakinan di dalam hati bahwa maut itu bisa datang kapan saja dan di mana saja. Tidak peduli kita siap atau tidak. InshaAllah dengan selalu mengingat kematian kita akan selalu tergerak hatinya untuk memanfaatkan waktu dengan baik.

2.       Lebih percaya pada dugaan daripada realitas.

Sikap bahwa merasa dapat mengahadapi ujian dengan SKS (Sistem Kebut Semalam) seperti contoh di atas merupakan suatu prasangka (zhann).  Rasa percaya diri seperti itu sebenarnya baik. Tapi jika sampai membuat seseorang menunda – nunda aktivitasnya, itu merupakan hal yang sangat keliru.  Sebab, harus kita ingat bahwa adanya qadla dari Allah SWT itu pasti (qath’iy) dan merupakan realitas. Katakan saja, misalnya Anda sudah berniat untuk belajar pada Senin malam. Tetapi Anda menangguhkannya hingga Rabu malam, padahal ujiannya hari Kamis. Apakah anda yakin pada Rabu malam listrik tidak padam? Apakah pasti tidak ada aktivitas dadakan lain yang justru memerlukan tenaga Anda pada malam itu??

Maka dari itu teman – teman, kita sebagai seorang muslim tidak boleh mengunggulkan zhann di atas qhat’iy. Selain itu kita harus sadar bahwa kita ini lemah dan sangat terbatas. Jadi jangan pernah menunda – nunda aktivitas dengan dugaan yang tidak pasti, dan yakinlah bahwa qadla Allah SWT senantiasa siap mendatangi kapan pun dalam berbagai bentuknya.

3.       Menjadikan orang lain sebagai tolak ukur. 

Terkadang orang lain tidak jadi melakukan sesuatu karena orang lain juga tidak melakukan sesuatu itu. Contohnya ,saat itu si A sudah berniat untuk membaca Al – quran , kemudian dia melihat si B yang malas membaca Al – quran. Lalu si A berpikiran seperti ini “ Si B aja ngga baca Al – quran hari ini, aku juga ngga baca ahh…”.Contoh lainnya seperti ini “Alhamdulillah, si B juga belum mengerjakan. Padahal dia kan termasuk orang yang rajin. Aku juga nanti aja ahh ngerjainnya”. Nah , hal yang seperti ini sangat salah dan tidak boleh ditiru. Hal ini mencerminkan bahwa orang tersebut tidak punya pendirian , tidak mandiri, dan sukanya ikut – ikutan. Padahal kehidupannya itu berdasarkan dirinya sendiri bukan berdasarkan orang lain. Seperti yang terkutip dalam firman Allah QS Al – An’am ayat 164 ayat 21

“…… setiap orang bertanggung jawab terhadap apa – apa yang ia lakukan”

Maka dari itu sebagai seorang muslim kita harus berusaha untuk menjadi mandiri dan selalu melakukan yang terbaik, tidak peduli orang lain melakukannya atau tidak. Sebab nanti yang akan dihisab dari diri kita  itu amalan diri kita sendiri bukan amalan dari orang lain.

4.       Malas

Ini nih salah satu faktor terbesar yang menyebabkan kita menunda – nunda aktivitas. Solusi untuk menghindari sifat malas ini adalah, pertama, mengesampingkan rasa malas tersebut , lalu beraktivitas semaksimal mungkin agar segala urusan cepat selesai. Kedua, berlindung dan berdoa kepada Allah dari sikap malas dan berbagai godaan syaitan. InsyaAllah jika teman – teman istiqomah melakukannya, maka teman – teman akan terhindar dari sifal malas.

5.       Tidak tahu apa yang harus dikerjakan.

Aktivitas yang ditunda sangat mungkin disebabkan ketidaktahuan tentang apa yang harus dikerjakan. Barangkali kita pernah memiliki waktu luang dan merasa tidak ada aktivitas yang perlu dilakukan. Namun sebenarnya kita dapat beraktivitas tetapi kita bingung mau melakukan apa. Dan pada akhirnya kita hanya melamun atau tidur – tiduran yang akhirnya tidur beneran.

Nah, untuk yang satu ini solusinya sangat mudah yaitu  dengan membuat agenda. Agenda ini bisa berupa agenda harian , mingguan , maupun bulanan. Agenda ini berisi tentang aktivitas apa yang harus anda lakukan dalam kurun waktu tertentu lengkap dengan jamnya. Setelah itu , anda harus berkomitmen untuk disiplin menjalaninya. Bila tidak, agenda yang dibuat tadi hanyalah main – main dan menghabiskan energi saja. Apalagi waktu itu kan sangat berharga , dan tidak bisa dibeli dengan apapun. Maka dari itu kita harus memanfaatkannya semaksimal mungkin.

                Nah, teman – teman , yuk mulai dari sekarang kita berusaha untuk mengerjakan aktivitas tepat waktu. Agar segala urusan, baik kuliah, organisasi, kerja maupun kegiatan sosial lainnya bisa berjalan dengan lancar. Siapa tahu dengan membiasakan perilaku tersebut, prestasi, produktivitas, maupun amalan shaleh  kita akan semakin meningkat. Lumayan kan , bisa jadi tabungan di surga… hoh. Baiklah untuk yang terakhir , cobalah pahami dan resapi hadist yang satu ini. Semoga semakin membakar semangat kita untuk menjadi muslim yang disiplin dan  produktif. Sekian , terima kasih… Jazakumullahu Khairan Katsiran…  ^_^

 “Bersegeralah kamu sekalian untuk beramal sebelum datangnya tujuh hal; apakah yang kalian nantikan kecuali kemiskinan yang dapat melupakan, kekayaan yang dapat menimbulkan kesombongan, sakit yang dapat mengendorkan, tua renta yang dapat melemahkan, mati yang menyudahi segalanya, atau menuggu datangnya Dajjal padahal ia merupakan sejelek – jelek yang ditunggu, atau menunggu datangnya hari kiamat padahal kiamat adalah sesuatu yang amat berat dan sangat menakutkan” (HR. Tirmidzi)

 

Sumber :

Kurnia, MR. 2004. Manajemen Diri Sendiri. Bogor : Al –Azhar Press

# JIMM – – – My Friend And My Family – – – Dekat Bersahabat #

Advertisements