MISS WORLD,MENGHINA PEREMPUAN

Tentu kita udah tahu donk berita yang lagi heboh saat ini. Mungkin sangat mengejutkan mendengar ajang ini digelar di Indonesia. Kata ajaib bahkan tidak bisa mewakili betapa ajang pamer aurat ini tidak sepatutnya ada apalagi diadakan di negara yang penduduknya mayoritas muslim. “Miss World dimulai sebagai Festival kontes bikini, untuk menghormati pakaian renang yang baru diperkenalkan pada saat itu oleh Julia Morley . Pada awalnya kontes ini direncanakan sebagai acara one-off. Setelah mempelajari kontes Miss Universe yang hadir di kemudian hari, Morley memutuskan untuk membuat kontes ini menjadi acara tahunan.Kontroversi terhadap penggunaan bikini mengakibatkan pergantian bikini dengan baju renang yang lebih sopan dan pada tahun 2013 ini kontestan miss word akan mengenakan satu potong baju renang ditambah dengan sarung tradisional untuk menghormati budaya lokal .

Pada 1980-an, kontes ini mereposisi dirinya dengan slogan Beauty With a Purpose (Kecantikan Dengan Tujuan), dengan tes tambahan intelegensi dan tes kepribadian.”(id.wikipedia.org/wiki/Miss_Word). Meskipun miss word yang diadakan di Indonesia ini disesuaikan dengan budaya lokal dengan memakai sarung tradisional,tetapi tragedi pamer aurat secara masal akan tetap ada pada ajang miss word ini dan itu adalah pelanggaran hukum syariah. Jangankan mempertontonkan aurat dengan pakaian yang serba minimalis,sengaja membanggakan kecantikan wajah yang bukan auratpun adalah pelanggaran syariah. Selain itu ajang miss word yang digelar di negara muslim terbesar ini hanya akan fokus pada kecantikan tubuh perempuan. Kecantikan dan kemolekan tubuh perempuan adalah kriteria utama dalam penilaianya. Para kontestanpun diukur payudarah,pinggang dan pinggulnya untuk diseleksi oleh para juri untuk memilih siapa yang memenuhi ukuran ideal. Tiga ukuran vital seorang wanita ini tetap akan menjadi pertimbangan utama pada ajang ini. Berat badan,warna kulit dan tekstur rambut yang bisa di ubah dengan bimbingan ahli juga menjadi bahan pertimbangan. Semua harus sesuai dengan kriteria miss word agar kelak bisa diterima di dunia modeling ,aktris film dan pelaku industri hiburan lainya. Disini walaupun pihak panitia mengklaim adanya 3B(brain,beauty,behavior). Namun ini hanyalah lipstick. Pasalnya kecerdasan(brain)hanya dilihat dari kemampuan kontestan dalam menjawab pertanyaan dari juri seputar masalah kekinian dan behavior (kepribadian)hanya diukur dari keterlibatan peserta dalam berbagai aktivitas social kemasyarakatan. Kecerdasan dan kepribadian hanyalah polesan karena tidak mungkin kecerdasan dan kepribadian bisa diukur dengan hanya sekejap saat kontes berlangsung. Adapun kecantikan yang dinilai dari fisik,inilah yang menjadi porsi utama kemenangan kontestan. Ketika ajang ini hanya melihat prestasi dan penghormatan perempuan pada kecantikan wajah dan seluruh tubuh semata,ini adalah penghinaan terhadap perempuan. Indonesia yang merupakan negara pertama di asia tenggara yang menjadi tempat penyelenggaraan missword sekaligus negara muslim terbesar di dunia sudah seharusnya menolak ajang ini sebagai upaya untuk mempertahankan kehormatan perempuan sekaligus melaksanakan amar ma’ruf nahi munkar. Kondisi ini berbeda jika kita diatur dengan islam,bagaimana islam benar-benar memuliakan dan memberdayakan kaum perempuan secara hakiki. Islam menetapkan aturan bahwa ada dua kehidupan bagi manusia,yakni kehidupan umum di luar rumah dan kehidupan khusus di dalam rumah. Didalam rumah kaum perempuan hidup sehari hari dengan mahram dan kaum mereka. Siapapun yang hendak memasuki kehidupan khusus orang lain,wajjib meminta izin kepada pemilik rumah demi menjaga aurat dan kehormatan mereka,terutama kaum perempuan. Islam juga membuka ruang bagi kaum perempuan untuk masuk dalam kehidupan umum,berkiprah dalam aktivitas yang dibolehkan semacam berjual beli maupun melaksanakan aktivitas yang diwajibkan syariah seperti menuntut ilmu dan berdakwah untuk turut mewarnai dan mengarahkan masyarakat kearah yang lebih maju dan berperadaban tinggi. Namun dalam kehidupan umum ini islam mewajibkan kaum perempuan memakai pakaian yang menutup seluruh aurat mereka yakni jilbab dan kerudung,memerintahkan laki-laki dan perempuan menjaga pandangan mereka,melarang mereka berdua-duaan,memerintahkan perempuan ketika hendak bepergian harus disertai mahramnya. Dengan demikian kehormatan keduanya akan terjaga dan terhindar dari kerusakan moral semacam pergaulan bebas dan tindak kejahatan seksual sebagaimana yang terjadi pada masyarakat umum saat ini.(pi2t)

Advertisements