Sampaikanlah Kepada Wanita

Muslimah FSAINTEK UA

Kecantikannya menyalakan dunia ini. Dia ibarat sepotong surga yang menyilaukan
mata siapapun yang melihatnya. Namun jika kecantikannya terserak, maka akan menjadi hidangan yang yang ternikmat bagi nafsu manusia. Kecantikannya membawa dirinya menduduki level yang pantas baginya, entah yang terhormat ataupun yang terhina.
Adakah di dunia ini racun yang lebih hebat selain yang timbul dari fitnah seorang wanita? Adakah madu yang lebih manis selain yang hadur dalam keindahan wanita?


Keteduhannya dapat menenangkan dalam dahsyatnya hati yang bergolak. Dia adalah cerminan dari sebuah kebijaksaan, yang bahkan lebih dalam dari pada kewibawaan seorang laki-laki. Keteduhan itu bisa hadir dari kesabarannya. Jika wanita bisa bersabar menghadapi dirinya sendiri dan semua cobaan yang datang kepadanya, maka dunia ini akan tetap baik-baik saja.
Keteduhan itu bisa hadir dalam lisannya. Lisan mereja adalah ibarat pisau bermata dua, dia bisa jadi penegak atau penghancur suaminya.
Keteduhan juga hadir dalam semangatnya. Semangat wanita adalah penguat. Walaupun dengan kelemahan fisik, namun keteguhan jiwa wanita dapat mengubah dunia dari kegelapan menjadi penuh cahaya, meleburkan keputusasaan menjadi niat yang tangguh.
Keteduhan juga hadir pula dalam kelambutannya. Lembutnya wanita adalah refleksi dari keagungan dan kasih sayang Allah, yang muncul di dunia. Ya, dimana lagi tempat berteduh yang lebih hangat di dunia ini selain kepada ibu??
Keteduhan itu hadir dalam ketaatannya. Taatnya dia kepada Allah, mengantarkannya menuju surga. Taatnya kepada suami akan menjauhkan cacat harga diri seorang laki-laki.
Namun, dia bisa saja menjadi pemusnah kebahagiaan yang tak lekang oleh waktu.
Kehancuran itu hadir dalam pembangkanganya. Jika seorang wanita telah menjadi budak dari nafsunya sendiri, dan merasa pantas untuk menjadi yang paling berakal dari lainnya, maka lihatlah bahwa sebenarnya perasaan yang sudah meliputi dirinya tersebut akan mengombang-ambingkan dalam sebuah ukuran yang tidak pasti dan berakhir dalam kebingungannya sendiri.
Keindahan itu adalah tentang hati, jiwa dan pikirannya yang selalu dekat hanya kepada Allah subhanahu Wata’ala.
Wanita adalah indah, bahkan terlalu indah untuk mereka sia-siakan sendiri. Dirinya lah sendiri penyambung atau pemutus semua keindahan itu.

Advertisements